Berikut ini adalah beberapa kekeliruan pengucapan dan penulisan yang sering dijumpai:
1. SUBHAANALLAAHU Yang benar adalah SUBHAANALLAAHI. Karena lafazh SUBHAAN adalah Isim, bukan Fi'il. Sehingga lafazh tersebut berada dalam konsep (tarkib) Idhofah. Lafazh "ALLAAHI" sebagai Mudhof Ilaih, i'rabnya Majrur dengan kasrah.
2. JAZAAKALLAAHI Yang benar adalah JAZAAKALLAAHU. Karena lafazh "JAZAA" adalah Fi'il, bukan Isim. Sehingga lafazh "ALLAAHU" menjadi Faa'il, Marfu' dengan dhommah.
3. BAARAKILLAAHU Biasanya ucapan ini disampaikan kepada wanita. Hal ini karena si pengucap mengira bahwa huruf "KA" pada lafazh "BAARAKALLAAH" adalah dhomir (kata ganti), sehingga kalau diucapkan kepada wanita harus diganti dengan "KI" , jadilah BAARAKILLAAH.Ini tidak benar. Karena "KA" pada lafazh BAARAKA adalah asli bagian dari Fi'il tersebut, bukan dhomir. BAARAKA YUBAARIKU artinya memberkahi. Jadi, dalam penggunaannya tidak benar bila diganti dengan KI. Lantas, mana yang harus dirubah dhomirnya? Yaitu lafazh "FIIKA" digantI "FIIKI" apabila diucapakan kepada wanita. BAARAKALLAAHU FIIKA (untuk 1 laki2). BAARAKALLAAHU FIIKI (untuk 1 wanita).
4. SHOLLALLAAHU 'ALAIHI WASALAAM Yang benar adalah WA SALLAM. Karena SALLAM pada lafazh tersebut adalah Fi'il, bukan Isim.
5. ASALAAMU'ALAIKUMYang benar adalah ASSALAAMU'ALAIKUM (dobel huruf S). Karena lafazh Salam-nya mengandung Alif Laam Syamsiyyah. Jika tidak didobel S akan memberikan makna yang berbeda.
Allahu a'lam
Semoga manfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar