Assalamualaikum warrohmatullah....
Segala puji syukur kepada allah yg telah mempertemukan kita dengan bulan yg mulai yaitu rojab....
Serta sholawat serta salam terurahkan untuk baginda nabi muhammad sholallahu alaihi wassalam
Yg telah m3mbimbing kita dari jalan yg gelap menuju jalan yg terang yakni aqinur islam....
Ikwan fillah semoga saat ini kita senantiasa dalam keadaan sehat sehingga kita masih bisa dan diberi kesempatan allah dalam menuntut ilmu.
Ulasan singkat seputar bulan rajab ini semoga menambahkan kita ilmu untuk memahami islam selangkah lebih dekat....
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit & bumi, diantaranya 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Tahun terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: DzulQo’dah, DzulHijjah & Muharram. Dan Rajab bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumada & Sya’ban.” [Muttafaq'alaihi dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم
“Dan Allah ta'ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar, demikian pula amal shalih & pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/148]
Amal shalih yang dimaksud adalah yang biasa kita kerjakan, seperti sholat, puasa, dzikir, dll. Adapun amalan khusus di waktu-waktu khusus maka membutuhkan dalil, contohnya puasa Arafah tgl. 9 Dzulhijjah, Asyuro’ 10 Muharram, dll. Sedangkan puasa & sholat khusus di bulan Rajab, maka tidak ada satu dalil pun yang shahih.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab secara khusus, maka seluruh haditsnya lemah, bahkan palsu, tidak ada seorang ahli ilmu pun yang berpegang dengannya, dan bukan pula termasuk kategori lemah yang boleh diriwayatkan dalam fadhail (keutamaan bermal), bahkan seluruhnya termasuk hadits palsu yang dusta.”[Majmu’ Al-Fatawa, 25/290]
Semoga bermanfaat.