Hijriah

Sabtu, 30 Agustus 2014

Kesalahan kesalahan penulisan

Berikut ini adalah beberapa kekeliruan pengucapan dan penulisan yang sering dijumpai:

1. SUBHAANALLAAHU Yang benar adalah SUBHAANALLAAHI. Karena lafazh SUBHAAN adalah Isim, bukan Fi'il. Sehingga lafazh tersebut berada dalam konsep (tarkib) Idhofah.  Lafazh "ALLAAHI" sebagai Mudhof Ilaih,  i'rabnya Majrur dengan kasrah.

2. JAZAAKALLAAHI Yang benar adalah JAZAAKALLAAHU. Karena lafazh "JAZAA" adalah Fi'il, bukan Isim. Sehingga lafazh "ALLAAHU" menjadi Faa'il, Marfu' dengan dhommah.

3. BAARAKILLAAHU Biasanya ucapan ini disampaikan kepada wanita. Hal ini karena si pengucap mengira bahwa huruf "KA" pada lafazh "BAARAKALLAAH" adalah dhomir (kata ganti), sehingga kalau diucapkan kepada wanita harus diganti dengan "KI" , jadilah BAARAKILLAAH.Ini tidak benar. Karena "KA" pada lafazh BAARAKA adalah asli bagian dari Fi'il tersebut, bukan dhomir. BAARAKA YUBAARIKU artinya memberkahi. Jadi, dalam penggunaannya tidak benar bila diganti dengan KI. Lantas, mana yang harus dirubah dhomirnya? Yaitu lafazh "FIIKA" digantI "FIIKI" apabila diucapakan kepada wanita. BAARAKALLAAHU FIIKA (untuk 1 laki2). BAARAKALLAAHU FIIKI (untuk 1 wanita).

4. SHOLLALLAAHU 'ALAIHI WASALAAM Yang benar adalah WA SALLAM. Karena SALLAM pada lafazh tersebut adalah Fi'il, bukan Isim.

5. ASALAAMU'ALAIKUMYang benar adalah ASSALAAMU'ALAIKUM (dobel huruf S). Karena lafazh Salam-nya mengandung Alif Laam Syamsiyyah. Jika tidak didobel S akan memberikan makna yang berbeda.

Allahu a'lam

Semoga manfaat

HATI YANG HITAM Bag. 2

Sesungguhnya, hati kita telah tahu bahwa kita akan membuat kesalahan.
Bukankah pernah Kita alami, saat hati Kita merasa sesuatu itu berbahaya, tapi Kita meneruskannya, hingga akhirnya terluka, baik badan atau hati?
Sebagian besar orang yang salah investasi atau salah menikah, telah melawan nasehat baik dari hatinya sendiri atau dari keluarga dan sahabatnya.

Maka belajarlah untuk menjadi tenang, agar lebih jelas terdengar nasehat baik hati yang ingin memelihara kebaikanmu.

Apakah ada di antara orang yang Kita sayangi atau yang Kita sahabati, yang perilakunya seperti menginginkan kita merasa minder, tidak percaya diri, merasa selalu salah, dan selalu kurang?
Memang ada orang yang merusak kedamaian dan melemahkan hati kita untuk menguasai kita.
Terhadap mereka, jagalah jarak.
Hiduplah damai bersama diri sendiridan mereka yang menghormati hak Kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan berbahagia.

Sahabatku yang baik hatinya, Engkau menjadi pribadi yang kuat, saat engkau tidak mengijinkan kelemahanmu menghalangi penggunaan dari kekuatanmu. Kemudian,

Engkau menjadi pribadi yang khusus saat engkau menggunakan kekuatanmu untuk kebaikan sesama.
Maka, kuatkanlah dirimu, dan abdikanlah penggunaan dari kekuatanmu pun untuk mendamaikan dan menguatkan jiwa-jiwa yang merindukannya.

Hanya dengan menguatkan sesama,engkau menjadi kuat dan dengan membahagiakan sesama,engkau dibahagiakan.

Sahabatku, saya letih sekali dengan kehidupan yang tanpa harapan, rasanya seperti saya berlari di tempat.
Sahabatku yang baik hatinya, Janganlah mematikan harapanmu.

Sesungguhnya, Allah menemuimu pada tingkat harapanmu.
Jika harapanmu rendah, pasti keikhlasanmu untuk berubah juga rendah, maka rendahlah yang kau terima.
Jika harapanmu tinggi, engkau bekerja dengan jujur, ceria, dan rajin, Allah akan membaikkan hati sesamamu terhadapmu, dan menugaskan beberapa malaikat untuk membantumu.

Aamiin. 

Kalau ada orang menghina bagaimana cara untuk tetap setia kepada niat baik?
Kebaikan yang kita lakukan kepada sesama, adalah kebaikan yang akan kita terima.
Karena, Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.
Orang yang menghina orang lain, sesungguhnya sedang mempersulit hidupnya sendiri.
Apakah ada orang yang suka menghina, yang hidupnya bebas dari kegerahan dan kemarahan?

Kasihilah mereka yang tidak mengerti.

Mulailah dengan kebiasaan hidup yang baik semuda mungkin.

Mulailah dengan memelihara kebaikan hati.
Isilah hatimu dengan kasih sayang dan penerimaan bahwa orang lain juga memerlukan waktu untuk menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan bagimu.

Semoga yang singkat ini selalu menjadi pengingatku sebelum menjadi pengingat yang membaca...

Balikpapan kota beriman
Di mess 1 tepat di kalender yang menunjukkan angka 4 dulqo'dah 1435 H

HATI YANG HITAM

Sahabatku…

HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung diberikan oleh Allah.
Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya.
Pada hatilah letaknya niat seseorang.
Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.
Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rosak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati.
Sekiranya berlaku pada hati keadaan seperti ini. Maka, akan lahirlah penyakit masyarakat berpuncak dari hati yang sudah rusak itu.

Justru, hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat.
Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa.
Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa.
Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu.

Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud:
“Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya.
Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.”
(Hadis riwayat Ibn Majah).
Hadis ini selaras dengan firman Allah:
“Sebenarnya ayat-ayat Kami tidak ada cacatnya, bahkan mata hati mereka telah diseliputi kekotoran dosa dengan sebab perbuatan kufur dan maksiat yang mereka kerjakan.”
(Surah al-Muthaffifiin ­, ayat 14).

Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadah tidak dapat dirasakan.
Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya bhya iman dan ilmu.
Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita tahu, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya.

Allah berfirman:
“Kemudian setelah itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
Pada hal antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir sungai daripadanya, dan ada pula antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air dari padanya.
“Dan ada juga antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah sedang Allah tidak sekali-kali lalai dari pada apa yang kamu kerjakan.”
(Surah al-Baqarah, ayat 74).

Firman-Nya lagi:
“Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera dari pada syirik dan munafik.”
(Surah al-Syura, ayat 88 – 89)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :

- Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan

- Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
- Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan
- Dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.

”Semoga bermanfaat, InsyaAllah…

Balikpapan kota beriman, 4 Dulqo'dah 1435 H

SEBAB MAAF TAK HANYA SEKALI

..........

Susah sesakali mengawali tulisan ini
Meskipun "bismillah" sudah terucapkan dalam hatiku...

Terpaan kata2 itu tanpa sadar membuat air mata ini berlinang tanpa sadar...
Sungguh bahaya lisan amat sangat terasa sekali, jika hati ini sudah terikat cinta dengan pemilik hati (Alloh)

Masih ingat cerita tentang julaibib yg pernah saya tulis sebelumnya...

Begitupula dengan sebuah hadist rosululloh salallahualaihi wassalam yg memerintahkan kita untuk mudah memaafkan...

Dari jabir bin sulaim
"Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” 

(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Kisah kemaksiatan yg dulu pernah saya lakukan...
Mudah mudahan ini adalah balasan dari kemaksiatan2 yg dulu pernah kulakukan dan ini adalah balasan dari alloh di dunia...
Semoga di akhirat kelak Alloh sudah memberi maghfirohnya kepadaku lantaran sudah mendapatkan hukuman di dunia....

Memang benar kata ulama memaafkan orang lain lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri...

Andaikan orang lain bersalah mudah bagi kita untuk memaafkan...

Namun andaikan kita berbuat salah dan tentunya kesalahan itu adalah dosa kita terhadap alloh, siapa yg mampu menjamin bahwa alloh sudah memberi maaf kepada kita...

Allahuakbar.....

Sekiranya dosa2 ini mempunyai bau niscaya tidak ada satu orangpun yg mau mendekat denganku lantaran bau ini akan mengganggunya...

Andaikan di runut sungguh dosa2 kita setiap hari bertambah sedangkan usia kita semakin berkurang....

Susah menulis kata2 saat ini
Entah perasaan campur baur ini menjadi satu

Di sore hari 16.41 WITA
Malam Ahad di balikpapan kaltim
Tepat kalender menunjukkan angka
4 Dzulqo'dah 1435 H

Al faaqir fawaz

Jumat, 29 Agustus 2014

KADZABTA

Entah kenapa kisah ini membuatku sangat takut......

ketika seorang hamba berdialog di hadapan Rabbnya di hari kiamat tentang amal amalnya..

Maka yang pertama di datangkan adalah seorang laki-laki yang mati syahid dan ia adalah orang pertama dari tiga orang yang akan di adili. ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg diberikan padanya,ia mengakuinya.

Allah bertanya : " apa yang telah kau perbuat dengan nikmat itu?
" ia menjawab : "aku berjihad di jalanmu hingga aku mati syahid"
Allah pun membantahnya :
" KADZABTA, kamu bohong, kamu berjihad hanya agar namamu disebut bahwa si fulan seorang pemberani, dan kini kau sudah di sebut demikian.
Maka diperintahkan agar diseret wajahnya hingga ia terlempar ke dalam neraka.

Kemudian di datangkan seorang yang mempelajari ilmu serta membaca Al qur'an. ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg diberikan padanya, dn ia pun mengakuinya. maka Allah bertanya : "apa yang kau perbuat dengan nikmat tersebut?

"hamba itu menjawab: " aku mempelajari ilmu, membaca al qur'an, dan mengajarkanya karenaMU.

"Allah berkata : "KADZABTA, kamu bohong, kamu melakukan itu semua agar dikatakan si fulan itu 'aalim, dan engkau membaca qur'an agar dikira si fulan qoori'. maka sungguh engkau telah dikatakan demikian.

Makaa,diperintahkan agar diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.

Kemudian didatangkan seseorang yang Allah beri dia berbagai macam harta. maka ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg Allah berikan padanya.Allah bertanya :
"apa yang telah kau perbuat dengan nikmat tersebut?

"hamba tadi menjawab : " aku tidak meninggalkan sesuatu apapun yg engkau cintai melainkan aku infaqkan hal itu karenaMU"

"KADZABTA,engkau berbohong" kata Allah.

"engkau melakukan hal itu hanya ingin disebut2 si fulan adalah seorang dermawa, dan sungguh telah dikatakan demikian"
maka diperintahkan agar diseret wjahnya hingga ia terlempar ke dalam neraka.

Afwan, ana ndak bisa komentar. kisah ini di tulis oleh abu abdillah Muhammad bin sa'id bin ruslan dalam kitab beliau

"adaabul thoolibil 'ilmi'' pada bab "ikhlashun niyyati lillahi fi tholabil 'ilm" kisah ini shohih diriwayatkan oleh Muslim dalam shohihnya dari abu hurairah Radhiyallahu'anhu.

setelah ini, masihkah kita berbangga diri? setelah pada akhirnya kita tau trnyata amal yg kita bangga2kan selama ini dianggap kebohongan oleh Allah??

Islam tak memandang rupa

Jika kalian mencari teman yg sempurna maka akupun akan menjauh karna aku bukan manusia yg sempurna....
Jika kalian mencari saudara yg berharta jangan dekati aku, karna aku tak akan bisa memberikan apa apa kecuali hanya sedikit saja harta yg ku punya....
Dan jika kalian mencari yg dekat dengan Alloh mudah mudahan aku tidak mengecewakanmu....

Karena islam,tidak memandang rupa seseorang...
Hanya ada pada islam...
Seseorang yang memiliki masa lalu kelam,fisik yang cacat, dn rendah di hadapan manusia, bisa menjadi jendral penghuni rumah di surga.

----> Adalah seseorang yang dahulu memerangi nabi,membencinya,bahkan berusaha sekuat tenaga untuk membunuh nabi, yang berperan besar dalam mengalahkan pasukan kaum muslimin di perang uhud dengan pasukan berkudanya.
Namun tatkala telah masuk islam, baik islamnya, maka ia pun mendapat gelar ‘’saifullah al maslul’’ pedang Allah yang terhunus.
Inilah dia Khalid bin Walid Radhiyallahu’anhu.

----> Seseorang, yang dahulunya sangat keras terhadap sosok yang bernama Muhammad, sangat membencinya, Namun tatkala mendengar lantunan ayat al qur’an, bercucuranlah air matanya membasahi pipinya karena menangis.
Dan dengan itu ia masuk ke dalam islam,baik islamnya sehingga ia pun mendapatkan gelar ‘’al faruq’’ yaitu orang yang mampu membedakan antara yang haq dengan yang bathil, bahkan kini makamnya bersanding dengan makam Rasulullah.
Inilah dia Umar ibnul Khaththab Radhiyallahu’anhu

-----> Dia hanyalah seorang budak berkulit hitam, seorang yang rendah kedudukanya di mata manusia hanya karena ia budak dan kulitnya yang hitam.
Salah satu di antara para sahabat yang berat ujianya tatkala hendak memeluk al hanifiyyah Namun, tatkala ia berhasil selamat dari penyiksaan tiada henti oleh tuanya umayyah, dan berhijrah kepada islam, ternyata masa lalunya sebagai budak tidak membuatnya menjadi orang rendah di islam.
Justru dialah orang pertama kali yang menaiki ka’bah dan mengumandangkan seruan Allah ke seluruh penjuru mekkah saat itu. 
Dia juga yang Rasulullah katakan
:فاني سمعت دف نعليك بين يدي في الجن

 (maka sungguh aku telah mendengar suara kedua terompahmu di surga)
Inilah dia Bilal bin Rabbah, si budak berkulit hitam sekaligus muadzin Rasulullah. 

-----> Kulitnya hitam, kedua matanya pun buta, namun kekurangan itu tidak membuatnya hina di hadapan Allah. Walaupun begitu, ternyata ia menjabat sebagai tukang adzan Rasulullah. Bahkan karena dia,  Allah ta’ala menegur Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan menurunkan surat ‘abasa. Sehingga tatkala berjumpa dengan nabi,nabi pun mengucapkan

:اهلا بمن فيه عاتبني ربي

(selamat datang terhadap orang yang denganya Rabbku mencaciku)
Namun justru kenyataan berbalik seratus delapan puluh derajat. inilah dia abdullah bin umi maktum.

Namun,justru al haarits, yg memiliki jabatan tinggi,dengan kesombonganya tidak sujud kepada Adam, Allah memanggilnya Iblis,dan menjadikan penghuni neraka.

Justru fir'aun,yg memiliki segala kekayaan dn harta,hingga berkata ''ana robbukumul a'la'' Allah seret dia ke jahannam bersama pengikutnya.

Cacat,tidak mengurangi derajat di hadapan Allah. Masa lalu yg kelam, bukan berarti ia orang yg buruk di akhir hidupnya.Rendah di mata manusia, bukan berarti rendah di hadapan Allah.

Setiap manusia, siapapun dia, bagaimanapun kedudukanya, keadaanya, masa lalunya, ia tetap berhak untuk mendapat ketinggian derajat di hadapan Allah.

Maka, janganlah keadaan anda menghalangi anda untuk menjadi hamba2 Allah yg shoolih.

Karena islam, tidak memandang rupa.
Tetapi ''at taqwa ha huna'' taqwa itu disini, nabi mengisyaratkan ke dadanya 3x.

Al faaqir ila maghfiroti robbih zakariya rizky

Terimakasih banyak wahai musuh musuhku

TERIMA KASIH BANYAK WAHAI MUSUH-MUSUHKU

Seorang da'i berkata :
Apakah yang harus aku katakan kepada kalian wahai musuh-musuhku…
Sungguh rasa gembira yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam…
Kalian telah benar-benar membantuku di dunia dan terlebih-lebih di akhirat…
Di akhirat kelak…
kalian akan memikul banyak bebanku yang berat…
padahal kalian sendiri benar-benar dalam keadaan lemah…
sungguh ini merupakan kebaikan yang tiada bandingannya…
Kalian telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala amal kebajikan kalian kepadaku, di saat kalian benar-benar sangat membutuhkannya….
sungguh kebaikan yang tiada tara…
Wahai kalian yang menggibahku…
yang memakan hartaku…
yang merendahkan harga diriku…
yang berdusta atas namaku…
yang hobi mencari-cari kesalahanku…
sungguh kalian telah berbuat kebaikan yang tiada tara bagiku…,
teruskanlah perjuangan kalian menzolimiku…
sungguh aku sangat butuh dengan hadiah kalian pada hari kiamat kelak…
Aku sangat butuh –pemberian- kalian untuk memperberat timbangan kebaikanku…
Sungguh betapa bahagianya aku tatkala aku tahu bahwasanya aku tidak bisa meraih tempat yang sangat mulia hanya sekedar mengandalkan amal kebajikanku?,
Akan tetapi berkat hadiah kalian akupun bisa meraih kedudukan mulia tersebut….
karenanya jangan ragu-ragu untuk meneruskan perjuangan kalian menjatuhkan aku…!!!

Rasulullah bersabda

,أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ“

Tahukah kalian apa yang disebut dengan orang yang bangkrut?
”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki barang dagangan”.
Rasulullah berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat.
Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), telah memakan harta si fulan, telah menumpahkan darah si fulan, dan telah memukul si fulan.
Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan.
Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka”
(HR Muslim no 2581)

Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwasanya si fulan telah mengghibahmu.
Maka beliaupun mengirim sepiring makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya tersebut lalu berkata kepadanya,
“Telah sampai kabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut”

(Wafayaatul A’yaan 2/71)
Seorang penyair berkata

:يُشَارِكُ لَكَ الْمُغْتَابُ فِي حَسَنَاتِهِ وَيُعْطِيْكَ أَجْرَ صَوْمِهِ وَصَلاَتِهِفَكَافِهِ بِالْحُسْنَى وَقُلْ رَبِّ جَازِهِ بِخَبْرٍ وَكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِفَيَا أَيُّهَا الْمُغْتَابُ زِدْنِي فَإِنْ بَقِيَ ثَوَابُ صَلاَةٍ أَوْ زَكاَةٍ فَهَاتِه

ِOrang yang mengghibahmu menyertakan engkau dalam kepemilikan kebaikan-kebaikannya
Dan ia menghadiahkan kepadamu pahala puasa dan sholatnyaMaka hendaklah engkau membalasnya dengan kebaikan dan katakanlah,

“Wahai Tuhanku balaslah dia dengan kebaikan dan hapuslah dosa-dosanya”
Wahai orang yang menggibahku tambahlah hadiahmu kepadaku…

Jika masih tersisa pahala solatmu dan zakatmu maka berikanlah kepadaku.

Ustadz Firanda Andirja, Lc MA

TERIMA KASIH BANYAK WAHAI MUSUH-MUSUHKU


Kamis, 28 Agustus 2014

Jangan bersedih istriku

Beberapa tahun kemudian,

suatu saat, sang istri berkata kepada suaminya,
"(Sayank), teman-teman kuliahku dulu sekarang sudah pakaian dinas!"

Istri mulai menampakkan wajah kekecewaan karena putus kuliah. Namun, suaminya menimpali,

"(Sayank), kamu sudah ditimpa penyakit al-wahn!"

"Apa itu wahn?""Cinta dunia dan takut mati!" ungkap suaminya.
Maka mulailah sang istri merasa lega atas jawaban ini.
Ia kembali 'menghidupkan' dirinya agar pecaya diri.
Dan tidak iri dengan masalah dunia.
Karena profesinya sekarang jauh lebih mulia: istri.

***Saudaraku, seringkali manusia iri terhadap manusia lainnya hanya karena persoalan mikro. Mereka iri karena profesi, harta, dll.
Sesungguhnya, ini adalah racun kehidupan.

Jauh lebih baik seseorang itu mensyukuri statusnya saat ini.
Ia qonaah terhadap hidupnya. Apalagi jika ia telah dikaruniakan nikmat beragama Islam,
maka hendaklah ia ridho terhadap keputusan Alloh subhanahu wa ta'ala.Janganlah kita minder jika orang lain sudah sukses, karena sesungguhnya kemuliaan di sisi Alloh bukan dengan barometer ini.
Namun, ketakwaan di sisi Allohlah menjadi sebab kemuliaan seseorang.
Jika ada seorang istri yang saat ini 'hanya' ibu rumah tangga.
Maka, ketahuilah, Alloh telah menjadikanmu sebagai pendidik bagi calon ulama yang engkau lahirkan.
Anak-anakmu akan menjadi ulama jika kamu mendidiknya di rumah dengan edukasi sesuai sunnah Rosululloh shollallohu alayhi wasallam.

Ingat kisah masa kecil Imam Malik?
Suatu saat sebelum beliau berangkat menuntut ilmu, maka ibunya menahannya. Bukan untuk melarang. Namun, ibunya memakaikannya imamah (sorban), lalu berkata,
"Nak, pelajarilah adab gurumu sebelum kamu mempelajari ilmunya."

Kini, siapa yang tidak mengenal Imam Malik rohimahulloh?
Ulama besar, kemuliaannya sangat agung.
Siapa orang di balik kesuksesan Imam Malik?

Ibunya....

Hanya ibu rumah tangga.

Sekarang, mari kita tanya para wanita 'karir', sudahkah engkau mendidik anak-anakmu untuk mempelajari adab?
Sudahkan engkau mendidik anakmu untuk mendekat dengan para ulama?
Atau lantaran kamu sibuk dengan profesi, akhirnya semua anak menjadi pecandu dunia?

Wallohul musta'an.
Betul apa yang pernah dituturkan oleh seorang ibu,
"Mendidik anak itu lebih berat daripada memperbaiki Mobil Tank!"
Karena itulah, sangat disayangkan bila iri dengan masalah dunia dan jangan sampai terulang kembali perkataan,
"Teman-temanku sudah dinas!"
Sibukkanlah diri dengan ilmu agama, amalkan, jauhi penyakit "al-wahn",
niscaya itu jalan menuju surga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
“Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka dia akan dipahamkan dalam urusan agamanya. ” 
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menimba ilmu –agama- maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.” 
(HR. Muslim)

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala memberi taufik kepada kita semua....

Untukmu wahai ukhty muslimah

Untukmu ukhti muslimah…

kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?
walaupun kau harus membuka hijabmu demi mendapat semua yang kau inginkan,maka kehinaan yang kau dapatkan!
Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?

Untukmu ukhti muslimah…

kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?
walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama, maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya
karena hijabmu,adalah benteng kemuliaan dirimu bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-NYa dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita Allah yang memberikan rizki pada kitaAllah yang memberikan segalanya kepada kita Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS.al-Ahzab:59)
Jika seandainya manusia (wanita muslimah) tidak berbusana Muslimah, tidak berjilbab, maka manusia ini akan rusak dan hancur, akan binasa.
”Setiap wanita, TIDAK ADA UDZUR (tidak ada alasan) untuk tidak memakai busana muslimah."

Minggu, 24 Agustus 2014

Ku juluki engkau malaikat subuh

Tok tok tok.....

Siapakah gerangan yang senantiasa mengetuk pintu itu.....

Dengan suara lirih....

Tak terasa tepat arah jarum jam yang berhenti melintas di arah 05.32 wita

Adakalanya sedikit terasa terharu melihat saudaraku yg lelah dalam penatnya....

Yang letih dengan kesibukannya...

Andaikata ku jumpainya disaat adzan subuh mulai menerawang masuk kedalam pintu pintu hidayah tentu semangatku akan beribadah kepadaNya semakin bertambah....

Andai kata ku jumpainya disaat malam mulai jatuh di waktu sepertiganya...

Tentu betapa bahagianya hati ini berkawan dengan hidayah.....

Engkau yang tak pernah lelah untuk melihatnya lelap...
Terbesit dalam benakku untuk menggandengnya berjalan meskipun dia lebih kuat...
Ingin mengajaknya berlari meskipun dia lebih sempurnah...
Tp kesadaranku mulai muncul

Ternyata perjalanan paling jauh bukanlah ke luar negri...
Perjalanan paling berat adalah bukanlah saat  mendaki...
Atau perjalanan tersulit bukanlah yg jalannya rumit...

Tp adalah pergi ke masjid....

Meskipun banyak orang pandai bahkan pintar sekalipun mereka sering tersesat untuk pergi ke masjid....

Tp akupun juga mulai tersadar hadist nabi melalui  Abu Darda’ radhiyallahu'anhu

Suatu ketika melewati seorang yang terkadang jatuh ke dalam perbuatan dosa dan ia tengah dicela oleh orang-orang di sekitarnya. Abu Darda’ pun berkata, “Apa pendapat kalian seandainya ia terjatuh ke dalam sumur, bukankah kalian akan mengeluarkannya? Maka janganlah mencela saudara kalian, tapi pujilah Allah yang telah menjaga diri kalian”.

Semoga yg singkat ini untuk pengingat yg menulis sebelum yang membaca

Sabtu, 23 Agustus 2014

Karna pena pun juga akan bersaksi

Sepertinya aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ku lewat sebuah tulisan....
Goresan pena usang yang akan menemaniku melalui hari hari ini....

Ingin juga ku lewati detik demi detik ini dengan keyboard2 komputer...
Atau mulai bercengkrama dengan jari2 yg senantiasa merekat elat di badan handphone....

Meskipun hanya sekedar mengisi blog...
Atau sejenak melihat ada apa dengan facebook...

Inilah saatnya insan manusia berada dalam saat yg begitu indah...
Disaat berusaha menjaga hati dengan segala godaan syaitan yg mulai menyelip nyelip melewati rangkaian komponen handphone....

Saat saling menjaga kesucian demi mendapatkan Ridho dari sang kholiq...
Demi mengharap sebuah keindahan yg telah dijanjikan dalam catatan ayat2 suci Al Qur'an...

Inilah dimana jarak memisahkan bukan untuk menghukum tapi untuk menjaga....

Inilah dimana awal dari sebuah bangunan yg kokoh akan di bangun diatas pondasi2 aturanNya...

Inilah masa penantian masa menjaga hati untuk mendapatkan sebuah keridhoan ilahi, masa yg akan indah bila melewatinya dengan aturan yang syar'i....

Keindahan saat ini belum bisa kurasakan...
Karna kelak pena dan keyboard2 inipun akan menjadi saksi...

Semoga alloh menjaga hati kita

U/bwi

Fawwaz
28 Syawal 1435 H

Akhwat sejati

AKHWAT SEJATI....???

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah…

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Faidah nasihat dari Ustadz Abu Ikhwan Ta'aruf  -hafidzahullah

(Dewan Pembina di Konsultasi Syariah)

SALAFY

Perbedaan Salafy dan Kelompok-kelompok Lain

Sebagian orang menyangka bahwa salafi sama dengan kelompok-kelompok lain seperti;

- Muhammadiyah
- Nahdhatul Ulama (NU)
- Ikhwanul muslimin (IM)
- Hizbut Tahrir (HT)
- Jamaah Tabligh (JT)
- Dan lain-lain

Untuk menjawabnya, saya mencoba semampu saya dan sesuai pengalaman yang pernah saya alami.
Mungkin ada yang tersinggung dengan jawaban ini dan tidak setuju, dan memiliki pandangan lain, maka itu hak masing-masing.

Salafy, ada juga yang menyebut wahabi, bukanlah kelompok atau firqah atau golongan dan tidak sama dengan kelompok-kelompok itu semua dilihat dari beberapa sisi pokok, antara lain;

Pertama: Salafy bukanlah firqah atau kelompok, bukan pula organisasi.
Salafy adalah nisbah kepada pengikut salaf sholeh.
Siapa saja yang mengikuti cara beragamanya para salafus sholeh, maka layak baginya disebut salafy, walaupun dia tidak tahu bahwa dirinya seorang salafy atau orang lain tidak menganggapnya seorang salafy, tetapi hakekatnya dia seorang salafy. 

Sejauh pengetahuan saya, ciri salafy ini misalnya;

Secara lahiriah menampakkan sunnah seperti memanjangkan jenggot dan bercelana di atas mata kaki bagi laki-laki dan berhijab dengan hijab besar bagi wanita bahkan kebanyakan wanitanya bercadar atau berniqob.

Beribadah sesuai dengan sunnah nabi, walau kadang secara muamalah masih kurang bergaul dan membaur dengan masyarakat, dan ini sifatnya person dan tidak semuanya.

Yang benar seharusnya tetap bergaul dengan masyarakat dengan baik, bahkan terdepan dalam bermuamalah dengan kaum muslimin sebagai hikmah atas ilmu yang dimilikinya.

Kedua: Karena bukan sebuah firqah ataupun organisasi, maka salafy tidak memiliki bai’at, aturan organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta aturan-aturan tanzim lainnya yang mengharuskan pengikutnya taat pada aturan itu.

Aturan yang ada pada Salafy adalah apa-apa yang ada dalam al-quran dan hadist nabi, sehingga aturan yang berlaku dalam salafy ini berupa ;

Tauhid yang berarti wajib diyakini, dan syirik yang wajib dijauhi, Sunnah nabi yang diambil,  dan bid’ah yang dibuang dan tidak diamalkan,

Halal yang diambil, dan haram yang dibuang, Serta petunjuk-petunjuk lain yang diajarkan para salafus sholeh.

Demikianlah aturan yang ada pada salafi, sehingga mereka wala dan bara’ nya kepada syariat, bukan kepada kelompok atau organisasinya.

Ketiga: Salafy bersaudara dengan semua muslim, dan tidak melihat kepada golongan dan kelompok.
Kecintaan mereka dibangun di atas dasar persaudaraan islam dan aqidah, bukan persaudaraan semu/sementara sesama kelompok dan golongannya.

Hal ini mungkin berbeda dengan kelompok lain di mana mereka saling mencintai dengan kecintaan tinggi jika sesama golongannya, dan bersikap sekedarnya jika tidak dengan yang segolongan.

Keempat: Salafy tidak memiliki pemimpin, pemimpin tertinggi, sekjen, juru bicara, dewan syuro, majlis syuro, amir, khalifah, dan lain-lainnya.
Hal ini berbeda dengan kelompok selain salafy, di mana mereka memiliki pemimpin yang wajib dihormati dan dibela, bahkan jika pemimpin tersebut salah sekalipun, maka tetap wajib dibela.

Ini bentuk ghuluw atau sikap berlebihan terhadap seseorang yang terlarang dalam agama.

Saya sempat tersenyum ketika ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa pemimpin gerakan salafy adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, ada pula yang mengatakan pemimpinnya adalah Syaikh Bin Baz, kemudian Syaikh Al-Albani.

Tidak..

Beliau bukan pemimpin Salafy, kapan beliau diangkat jadi pemimpin Salafy??

Kapan pula berhenti dan diganti yang lain???

Memang salafy mempunyai pemimpin yang selalu kami bela dan selalu kami benarkan, yakni Rasulullah Muhammad shallallohu’alaihiwasallam.

Demikianlah perbedaan antara salafy dan kelompok lain.
Adapun turunan perbedaan yang lebih detail sebagai konsekuensi perbedaan di atas lebih banyak lagi.

Akan tetapi perbedaan itu bukanlah hal yang seharusnya dibesarkan, karena hal itu akan membuat lemah barisan kaum muslimin.

Sudah saatnya kaum muslimin bersatu di bawah panji tauhid, menghilangkan sekat kelompok dan golongannya, menjauhi sikap ta'ashub dan berbangga dengan kelompok dan golongannya, karena Islam tidak akan pernah jaya jika umatnya saling berpecah belah, berkelompok-kelompok dan saling membanggakan kelompoknya

.وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ“

Janganlah kamu seperti orang-orang musyrik, yaitu mereka mencerai beraikan agamanya dan bergolong-golongan.

Setiap golongan membanggakan apa yg ada pada mereka.

” (QS. Ar-Ruum: 31-32)

Semoga bermanfaat.

Artikel Ustadz Abu Ikhwan Ta'aruf

(Dewan Pembina di Konsultasi Syariah)

MAUKAH UKHTY JADI PACAR SAYA....

"MAUKAH UKHTY JADI PACAR SAYA?"

LELAKI : Assalamualaikum Ukhty...
WANITA : Waalaikumusallam Akhy.

LELAKI : Bagaimanakah kabar Ukhty hari ini?
WANITA : Alhamdulillah baik.

LELAKI : By the way, boleh tanya nggak nih?
WANITA : Tentu boleh. Silahkan mau tanya apa?

LELAKI : Ukhty kok cantik banget sih? Emang udah ada yang punya belum nih?
WANITA : Alhamdulillah. Saya sudah milik Allah. Milik Ibu dan Bapak juga.

LELAKI : Hmmm, maksud saya bukan itu Ukhty.
WANITA : Oh bukan ya. Emang apa maksud Akhy?

LELAKI : Langsung aja deh. Ukhty udah punya PACAR belum?
WANITA : Alhamdulillah belum.

LELAKI : Syukurlah kalau gitu. Hmm, berarti saya masih punya kesempatan dan peluang dong.
WANITA : Maksud Akhy???

LELAKI : Mau nggak Ukhty jadi pacar saya?
WANITA : Boleh. Saya mau saja lah.

LELAKI : Hehe.. Alhamdulillah, akhirnya...!!!
WANITA : Tapi ada syaratnya lho Akhy.

LELAKI : Hmm gitu ya. Emang apa aja syaratnya Ukhty?
WANITA : Pertama: Akhy harus taat Agama. 
Kedua: Akhy nggak boleh dekat-dekat dengan saya dengan cara tdk hubungi saya lewat tlp, sms ataupun media sosial seperti fb, twitter, instagram, de el el apalagi inbox ataupun berkomentar di dalam postingan fb, twitter, instagram, de el el saya kecuali setelah akad nikah. 
Ketiga: Akhy nggak boleh nyentuh saya walau seujung rambutpun.
Keempat: Akhy nggak boleh ajak saya jalan keluar kalau akhy mau ajak keluar akhy bisa ajak keluarga saya seperti ayah, kakak atau adik laki laki saya (silahkan pilih salah satu yang akhy mau ajak jalan). 
Kelima:kalau kita mau ketemuan, di rumah saya saja.. insya allah akhy bisa ngobrol dengan abi/ayah/bapak atau kakak laki laki saya mengenai karakter saya. Insya Allah Ibu dan Bapak atau kakak/saudara laki laki saya pasti akan mewakili saya menemui akhy jika akhy datang ke rumah saya.

LELAKI : Haaah??? Saya harus penuhi syarat itu semua?? Nggak boleh nawar ya Ukhty?
WANITA : Insya Allah itu harga mati dari saya!!!. Dan nggak bisa ditawar-tawar lagi.
Gimana??? Akhy sanggup???

LELAKI : (Cuma melongo seakan nggak percaya. Sesaat kemudian dia pamit pergi)
WANITA : Dia tersenyum.

Andai saja banyak wanita yang bisa bersikap seperti itu........??

Tapi ana yakin masih banyak wanita yang mampu bersikap seperti diatas.

Dan salah satunya adalah sahabat Fillah yang membaca Artikel ini. Benar kan..???...

IKHWAN SEJATI

IKHWAN SEJATI....??

Jika memang engkau Ikhwan sejati...

Jangan pernah engkau tebarkan pesonamu hanya untuk mencuri hati...
Jangan engkau berkata-kata mulia jika hanya untuk menarik simpati...
Jangan curahkan rasa dan cintamu kepada orang yang belum tentu akan engkau nikahi....
Karena sungguh semua itu akan menyakiti...
Yang ada hanya harapan yang tak akan berujung arti...

Jika Memang Engkau Ikhwan Sejati....

Jangan berikan harapan kepada orang yang belum tentu engkau nikahi.
Tahukan engkau apa Yang mereka rasakan, penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besarakan cinta yang tak suci lagi

Jika Memang Engkau Ikhwan Sejati

Tak akan mau membuat kekhawatiran yang amat sangat kepada Akhwat yang engkau cintai, yang resah akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan
Alangka kasihannya jika engaku berhasil mencuri hati
Karena yang ada adalah penderitaan

Jika Memang Engkau Ikhwan Sejati

Jadilah Pahlawan bagi mereka agar mampu menjaga Cinta Suci Illahi dengan menyandang status Suami
Datangi mereka dengan cinta dan ikatan nan suci
Atau engkau harus selalu menjaga hati tak akan mengucapkan kata cinta atau pun tebar pesona

Jangan bilang cinta kalo kita masih setengah hati mencintai

Jangan pernah ucapkan kata cinta

jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai

Jika Memang Engkau Ikhwan Sejati

Janganlah menyakiti
Janganlah menanam harapan-harapan yg tak berujung arti
Jangan engkau mengaku cinta sebelum menyelami

Mari taarufan dan khitbah dengan niat yang lurus karna allah jangan jadikan ajang coba coba/pelarian/keisengan berani berbuat berani bertanggung jawab komitmen sedari awal berilmu sebelum beramal agar tak ada jiwa yang tersakiti kunci utamanya...

Jika engkau ikhwan sejati....


*ikhwan = laki laki

Siapakah salafy

Mengenal Salaf dan Salafi

Para pembaca yang budiman -semoga Allah menunjuki kita kepada kebenaran-. Salaf dan salafi mungkin merupakan kata yang masih asing bagi sebagian orang atau kalau toh sudah dikenal namun masih banyak yang beranggapan bahwa istilah ini adalah sebutan bagi suatu kelompok baru dalam Islam.

Lalu apa itu sebenarnya salaf?

Dan apa itu salafi?

Semoga tulisan berikut ini dapat memberikan jawabannya.

Pengertian SalafSalaf secara bahasa berarti orang yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah yang artinya,

“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut).
Dan Kami jadikan mereka sebagai SALAF dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
” (QS. Az Zukhruf: 55-56),

yakni kami menjadikan mereka sebagai SALAF -yaitu orang yang terdahulu- agar orang-orang sesudah mereka dapat mengambil pelajaran dari mereka (salaf).

Oleh karena itu, Fairuz Abadi dalam Al Qomus Al Muhith mengatakan, “Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang dan orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu.
”(Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani, ‘Amr Abdul Mun’im Salim dan Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih, Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsary)

Kata ‘Salaf’ Tidaklah Asing di Kalangan Ulama Mungkin banyak orang saat ini yang merasa asing dengan kata salaf, namun kata ini tidaklah asing di kalangan ulama.

Imam Bukhari -ahli hadits terkemuka- menuturkan, “Rasyid bin Sa’ad mengatakan, ‘Dulu para SALAF menyukai kuda jantan, karena kuda seperti itu lebih tangkas dan lebih kuat’.

” Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa salaf tersebut adalah para sahabat dan orang setelah mereka.

Imam Nawawi -ulama besar madzhab Syafi’i- mengatakan dalam kitab beliau Al Adzkar,
“Sangat bagus sekali doa para SALAF sebagaimana dikatakan Al Auza’i rahimahullah Ta’ala, ‘Orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat istisqo’ (minta hujan), kemudian berdirilah Bilal bin Sa’ad, dia memuji Allah …’.

” Salaf yang dimaksudkan oleh Al Auza’i di sini adalah Bilal bin Sa’ad, dan Bilal adalah seorang tabi’in. (Lihat Al Manhajus Salaf ‘inda Syaikh al-Albani)

Siapakah Salaf?

Salaf menurut para ulama adalah SAHABAT, TABI'IN (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan TABI'UT TABI'IN (orang-orang yang mengikuti tabi’in).

Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan salafush sholih (orang-orang terdahulu yang sholih).

Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim, Bukhari dan Tirmidzi).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaksikan ‘kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
(Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)

Wajib Mengikuti Jalan Salafush Sholih Setelah kita mengetahui bahwa salaf adalah generasi terbaik umat ini, maka apakah kita wajib mengikuti jalan hidup salaf?

Allah telah meridhai secara mutlak para salaf dari kaum muhajirin dan anshor serta kepada orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. 

Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100).

Untuk mendapatkan keridhaan yang mutlak ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti salafush sholih.
Allah juga memberi ancaman bagi siapa yang mengikuti jalan selain orang mukmin.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115).

Yang dimaksudkan dengan orang-orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat (para salaf).
Barangsiapa yang menyelisihi jalan mereka akan terancam kesesatan dan jahannam.
Oleh karena itu, mengikuti jalan salaf adalah wajib.
Menyandarkan Diri Pada Salafush Sholih Setelah kita mengetahui bahwa mengikuti jalan hidup salafush sholih adalah wajib, maka bolehkan kita menyandarkan diri pada salaf sehingga disebut salafi (pengikut salaf)?

Tidakkah ini termasuk golongan/kelompok baru dalam Islam?

Jawabannya kami ringkas sebagai berikut: 

[1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, 

[2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh salafush sholih, 

[3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! 

[4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, 

[5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti salafush sholih yaitu para sahabat dan pengikutnya. 

(Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani).

Kesimpulannya sebagaimana dikatakan Syaikh Salim Al Hilali,

“Penamaan salafi adalah bentuk penyandaran kepada salaf. Penyandaran seperti ini adalah penyandaran yang terpuji dan cara beragama (bermanhaj) yang tepat. Dan bukan penyandaran yang diada-adakan sebagai madzhab baru.” (Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salaf) Solusi Perpecahan Umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusi mengenai perpecahan umat Islam saat ini untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah khulafa’ur rasyidin -yang merupakan salaf umat ini-.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

“Dan sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kalian terhadap sunnahku dan sunnah khulafa’rosyidin yang mendapat petunjuk.
Maka berpegang teguh dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham.” (Hasan Shohih, HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Jalan Salaf Adalah Jalan yang Selamat Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka.

Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka.

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka.

Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?

’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.”

(HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani).

Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi) 

Sebagai nasihat terakhir, ‘Ingatlah, kata salafi -yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (klaim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlak, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’

Ya Allah, tunjukilah kami pada kebenaran dengan izin-Mu dari jalan-jalan yang menyimpang dan teguhkan kami di atasnya. Alhamdulillahillazi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

***Disusun oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafidzahullah  Artikel www.muslim.or.id

Jumat, 22 Agustus 2014

Andai ini pagi terakhirku "Syukur"

Pagi ini tepat saat waktu menunjukkan arahnya pada pukul 06.22 wita
Alloh menunjukkan kekuasaanNya...
Dia perintahkan  halilintar itu melintas di depanku.
Demi Alloh yg jiwa muhammad ada di tanganNya...
Sungguh tiada yg sanggup ku ungkapkan selain rasa syukurku kepadaNya....
Yang dengannya bertambah pula keyakinanku atas segala kekuasaannya....
Atas segala kehebatanNya...
Entah tidak dalam rangka tasabbah saat itu Quran yang kubaca tepat pada surat fajr
Sejenak langsung terhenti muroja'ahku pada waktu itu....
Dan saat itu pula aku teringat sebuah doa
Apabila Abdullah bin Az-Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan
,سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِه
ِSubhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi
“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya”
Seketika itu pula terlintas dalam anganku, tentang tafsir an naziat
Yang menceritakan kehebatan di hari kiamat.
Maha suci Alloh atas segala firmannya
Ketakutanku terhadap apa yg kurasakan kali ini belum sebanding dengan ketakutannya kelak ketika di hari kiamat saat gunung2 beterbangan bagai kapas...
Saat laut laut dilimpahkan airnya kedaratan....
Saat bumi di belah menjadi sekian dan sekian...
Masih belum hilang gemetar yang ada di tubuhku...
Sedang ketakutanku masih terasa lekat sekali...
Aku berfikir seandainya petir dengan suara yg menggelegar tadi adalah datangnya malaikat maut yg diperintahkan untuk menjemputku pulang....
Apakah aku sudah siap dengan hisab yang akan ku pertanggung jawabkan kelak di hadapan Robbku...
Alloh.....
Ampuni aku dosa dosaku yang setiap hari semakin bertambah sedangkan usiaku setiap saat semakin berkurang....
Alloh....
Jadikanlah pagi ini adalah pembuka pintu rahmat atas segala kemurahanmu...
Dan janganlah kau jadikan pagi ini sebagai pertanda akan kemarahanmu padaku...
Karna aku tidak ingin terjebak dalam khurofat yang mengkait kaitkan sesuatu yg terjadi dengan sesuatu yang kualami...
Alloh...
Andai ini pagi terakhirku....
Sungguh tiada daya dan upayaku melainkan itu berasal dariMu....
---------------Syukur-----------------
Balikpapan, 27 Syawal 1435 H
Fawwaz

Untukmu yang bermuka masam

Seperti inilah kehidupan....
Semakin kita berpegang teguh pada syari'at maka akan terasa semakin berat....

Semakin kita menjalankan aturanNya
Maka semakin terasa pula goda'annya....

Tapi jangan pernah bersedih....
Ndak perlu bermuka masam
Alloh sudah menjanjikan di dalam firmanNya
Bagi orang orang yang taat beribadah....
Menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya....

Allah ta’ala berfirman:

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”(QS. Al-Baqarah : 25)

Sedikit sentilan buat saya tentang ayat ini...
Karna diri ini jauh dari kata sempurna, pandai atau sholih dan sholihah....

Mungkin sebuah nasihat ringan bagi yg menulis sebelum yang membaca....

"Kesabaran memang tidak selalu berbuah manis tp saya yakin bahwa kesabaran mengajarkanku arti sebuah keikhlasan"

Memang terasa jauh sekali kita ini dari kata-kata ikhlas....

Bahkan mungkin juga tidak ada sedikit amalan yg kita kerjakan ini terbesit kata ikhlas dihadapan Robb kita (Alloh)

"Apakah Allah mencintaiku"

Sejenak ingin ku buka kembali sebuah nasehat dari Ustadz Badru Salam Lc

pertanyaan yang merayuku untuk intropeksi..
kucoba membuka al qur'an..

kudapati Allah mencintai orang orang yang sabar..

kulihat diriku..

betapa sedikitnya kesabaranku..

kudapati Allah mencintai orang orang yang berjihad..

ku lihat diriku...

Amat lemah untuk melawan nafsuku..
kurang kesungguhanku untuk selalu menaatiNya...

kudapati Allah mencintai orang orang yang berbuat ihsan..

apalagi ini....

Teramat jauh diriku dari derajat ihsan..

hatiku gundah.....

Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku..

kucoba kembali membaca al quran..
kudapati Allah mencintai orang orang yang suka bertaubat..

aku segera merenung...
mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku...

segera lisanku berucap..

astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
semoga ini membuat Allah mencintai diriku..
ya Rabb..

Ampuni dosaku..

Fawwaz 26 Syawal 1435 H

--------------------------------------------------

Sebuah ketabahan untuk menjaga hati

"Jarak ini bukan menghukum kita tapi menjaga kita "

U/ BWI

Selasa, 19 Agustus 2014

SORE

Karena Manusia sering berkeluh kesah, maka Allah memerintahkan manusia supaya berdoa kepada-NYA dan mengancam orang2 yang tidak memohon(berdoa) kepada-NYA dengan Ancaman Neraka Jahannam.

Allah berkata :“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Al Ghofir : 60)

Dan sore ini ku temukan betapa banyak manusia dengan bermacam macam keluh kesahnya...
Di hujani dengan beberapa pertanyaan yg aku hanya bisa menjawab...

Aq "tidak mengerti "
Tak jarang pula ku ucapkan "aku tidak tau "
Bahkan beberapa kali ku ucapkan carilah orang yg lebih tau permasalahn itu

Karna tidak mungkin seorang dokter akan pindag profesi menjadi montir
Tau sebaliknya...

Dan pengetahuanku tidak lebih tau dari yg bertanya...

Sore ini.....

Bersambung saat terdengar adzan magrib...

Isyarat dari alloh untuk berucap sukur kepadanya dengan sholat

Minggu, 17 Agustus 2014

Untukmu calon bidadariku

Wahai Dzat Yang Menguasai Setiap Hati

Jika memang dia bukan bagian dari tulang rusuk hambajangan biarkan hati ini merindukan kehadirannya.

Bantu hamba agar tidak memasukkan dia ke dalam pikiran dan hati hamba.

Tundukkanlah pesonanya dari pelupuk mata hamba.

Jangan biarkan ia mengukir dirinya di sudut hati hamba

Gantilah kerinduan dan keinginan yang membelenggu ini dengan kasih sayangMuyang murni dan meliputi semua makna dalam Ar Rahim-Mu.

Bantu hamba agar dapat mengasihinya sebagai saudara seiman yang diikat tali ukhuwah.

Tetapi, jika Engkau memang menciptakannya buat hamba tolong, satukan hati kami

Bantu hamba untuk mencintainya tanpa melebihi cinta hamba kepadaMu, Rasul-Mu dan Jihad di Jalan-Mu.

Anugerahkan hamba kesabaran, niat tulus dan kebulatan tekaduntuk memenangkan hatinya.

Selimuti juga dirinya dengan kasih sayang-Mu yang Maha Luas

Agar mampu mengerti dan menerima hamba.

Belajar saling melengkapi kekurangan, dan bertahan dalam kebaikan

Tumbuhkan keyakinan bahwa kami ikhlas berbagi suka dan duka semata dalam bingkai harapan akan Ridho-Mu

Ajari hamba agar makin dekat kepada cinta-Mu

Tuntun langkah hamba menuju cahaya-Mu yang Abadi

Ajarkan hamba kesabaran dan kesetian kepada syariat-Mu

Selama masa penantian ini sampai saat yang Engkau tetapkan tiba waktunya.....

Jangan bersedih jarak ini menjaga kita bukan menghukum kita "insya Alloh"

Di tulis untuk yang di  bwi

1 Syawal 1435 H

Sabtu, 16 Agustus 2014

Kemana semangatku

Kembali membuka buku fawaidul fawaid....
Saatnya mempelajari semangat para ulama2 terdahulu dalam menuntut ilmu....

Entah semangatku pergi kemana...
Buku buku itu masih tersusun rapi di tempatnya....

Bahkan ada beberapa buku yg masih terbungkus rapi belum dibaca bahkan belum ku sentuh semenjak ku beli,....

Andaikan buku itu bersuara tentunya dia yg pertama protes kepadaku....

"Sepertinya aku lebih mementingkan getgedku.
Di banding buku buku sumbernya ilmu...."

Ya...
Akan ku rebut lagi semangatku esok pagi....
Agar buku buku itu tidak lagi bersuara mengutarakan cemburu....

21 Syawal 1435 H
Akhukum fillah
Sahabat buku

Ta'aruf (Raehanul Bahraen)

Ta’aruf Tapi Mesra

Inilah yang sering dilakukan oleh aktifis dakwah yang hatinya tidak bertameng keimanan.

Jikalau ia bertameng, perisai tersebut memiliki gagang pegangan yang rapuh.

Awal niatan berharap wajah Allah, rahmat dan naungan-Nya, akan tetapi terpaan badai godaan asmara terlarang bak gelombang yang datang bertubi-tubi, mengikis pingiran pantai keimanan perlahan-lahan.

Padahal pinggiran pantai sudah terlindungi ilmu selebat hutan belantara.

Bagaimana terpaan badai godaan asmara yang dasyhat itu?

Saling berhubungan langsung dengan HP,e-mail, inbox FB dan jejaring sosial.
Awalnya sangat saling menjaga diri, menggunakan kata-kata yang sopan, serius dan to the point.
Akan tetapi siapa yang tahu setan menyelinap berkelit-kelit dalam sinyal HP, menerobos paksa password e-mail dan bersembunyi di inbox FB.

Bersamaan dengan berlalunya waktu yang tidak sebentar, maka kata-kata dan kalimat yang bertukaran antar keduanya bermetamorphosis.

metamorphosisnya sepasang kupu-kupu siap berkawin.
Muncullah kalimat yang belum layak mencapai waktu prosanya:

“wahai calon ibu dari anakku, semenjak kita mulai ta’aruf saya jadi lebih bersemangat menjalani hari, apalagi jika kita menikah nanti, K.A.N.G.E.N ^^”

Itu sebagian kecil yang sering dikatakan pujangga cinta berkedok dakwah yg ada di kebanyakan penghuni jejaring sosial.

“Daku tak menyangka pangeran berjenggot tipis itu adalah engkau, maju ta’aruf dengan gagah berani, kegelisahan rindu ini memang harus berujung dibelaian kedua tanganmu dalam dekapan, segera, segera dan segera majulah wahai mujahidku”

Tanpa disadari sang akhwat yg berhijab syar'i yang berilmu agama namun taksadar telah terjerat jaringan laba laba pujangga berkedok dakwah.

Bahkan.....

Yang parahnya adalah bertemu langsung dengan mudahnya dan sudah tidak ada lagi yang membedakan mereka berdua dengan apa yang kita temui di jalan-jalan, di pasar, di mall dan di pusat keramaian manusia.

Tidak ada bedanya dengan mereka yang menggenjot pedal gas hawa cinta menerobos peringatan merah di jalan keramaian syariat. 

Mereka yang sudah diperingati dalam hadits Rasulullah shallahu alaihi wa sallam seolah-olah menghalalkannya di jalan-jalan.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy’ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

,لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ“

Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan [menganggap halal] perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik.” [HR. Bukhari]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

” وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا تَفْنَى هَذِهِ الْأُمَّةُ حَتَّى يَقُومَ الرَّجُلُ إِلَى الْمَرْأَةِ فَيَفْتَرِشُهَا فِي الطَّرِيقِ، فَيَكُونُ خِيَارُهُمْ يَوْمَئِذٍ مَنْ يَقُولُ: لَوْ وَارَيْتَهَا وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ» .“

Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (ingin bercumbu dan berzina) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.”
(HR. Abu Ya’la no. 12746, Al-Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” , lihat Majmu’ Zawaid 7/331, Maktabah Al-Qudsi, Koiro, 1414 H, Asy-Syamilah].

Wahai sahabatku.
Tidakkah engkau sadar bagaimana cara ta'aruf yang sesungguhnya.

Hubungan yg halal untuknya.
Bukan sebaliknya, engkau kotori ta'arufmu  dengan rayuan gombal yg tiada artinya disisi Robbmu.

Sebaiknya ta'aruf menggunakan perantara mak comlang yang sudah bersuami-istri sehingga tidak ada celah untuk setan berkelit.

Karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta.

Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek-buyut kita

“Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. 

Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan.
Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama.

Menutup jalan menuju keburukan yaitu jangan sampai ada hubungan yang tidak perlu jika belum waktunya, jika hubungan itu sangat perlu dalam ta’aruf demi mengenal, maka gunakanlah perantara comblang.

Semoga tidak ada yg tersindir, atau tersinggung dari tulisan singkat ini. Kalaupun ada ya memang ini di tujukan untukmu agar engkau kembali di jalan Robbmu dan sesuai jalur syari'at nabimu...

Ahukum fillah
Sahabat buku

Jumat, 15 Agustus 2014

PAGI ISYARAT ALAM UNTUK MENYAPA KITA BERDIRI

Pagi.....!!!!
Ya pagi...

Kali ini dia datang membangunkanku yang sedang dalam pelukan malam, dalam belaian angin, yang sedang terlelap dalam dekapan dingin....

Ya pagi.....

Dia memberikan senyuman cerahnya, meskipun belum tampak dia tersenyum karnaku atau karna semesta yang sedang murung....

Sejenak setelah ku terbangun dalam sapa'an pagi ku hantarkan sebuah kata dimana kata itu tak lain hanyalah wujud dari kecintaanku terhadap Robbku....

"Alhamdulillah" sebuah kalimat ringan saat pagi kembali menggandeng tanganku untuk mengajakku berdiri....

Pagi.....!!!!

Dia datang mengembalikan ruh yg keluar entah kemana dari jasadku...

Aku kembali berfikir disaat pagi itu.
Andaikan ruhku tidak kembali lagi tentu aku hanya mampu menyapa pagi kelak saat bertemu sang kholik....

Pagi...
Ya pagi....

Dia kembali pergi saat malam datang mengajaknya pergi meninggalkanku....

Tapi entah apa yang membuat pagi setia menjemputku di saat aku mulai terlena dalam pelukan malam....

Pagi...
Ya pagi.....

Isyarat alam tentang sebuah arti kehidupan....
Disaat dia datang dengan kesetiaan...
Saat dia rela meninggalkan malam yang selalu setia mengajaknya pergi...

Tapi pagi selalu setia membangunkaku saat aku mulai terlelap dalam pelukan sang malam....

Dan pagi ini 20  syawal 1435 H
Dia datang lagi menjengukku yg sedang ingin berada dipelukannya.
Seakan dia cemburu saat aku lebih terlena dalam pelukan malam....

Tapi pagi kali ini dia datang dengan muka yg sangat indah...
Karna malam yg membuatnya cemburu
Akan segera tergantikan oleh malam yang bernama "Ismi istigfarah " yang akan  menjadi  teman di saat malam2 yg lainnya...

Dan akhirnya pagipun kembali menyapaku untuk mengucapkan semoga dia menjadi kekasihmu di dunia dan akhiratmu....

Dan pagi akan selalu setia bergandengan dengan sang malam

Untukmu yang akan menggantikan pagi ketika senyumnya akan menyapaku.....
Dan menggantikan malam yang selalu merayuku untuk memeluknya....

Di tulis untuk yang terindah yang sedang merapikan hijabnya...
 
                                Untukmu
ISMEE ISTIGFARAH MIN FIRMANSYAH FAWWAZ

Kamis, 14 Agustus 2014

BAJU LEBARAN ITU BELUM USANG....!!!

Baju-baju lebaran itu belum usang dan lawas...
Kue-kue lebaran itu masih di dalam toples dan kulkas...
Hari-hari Syawal itu baru sampai pada angka ke delapan belas...
Namun AMALAN-AMALAN RAMADHAN ITU seakan sudah tak berbekas...
Mana bacaan Al-qur'anmu yang seperti dahulu..
Mana sholat malammu yang seperti dahulu...
Mana puasa syawalmu yang katanya engkau terhadap Ramadhan selalu rindu...
Manusia-manusia yang rindu itu selalu mencari amalan utk mengenang yang dirindukan.
Hari-hari Syawal masih ada...

Sekedar mengingatkan saja...

Barangkali engkau-lah yang mendapat taufiq dari-Nya...
Untuk menambah amal puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal yang setara dengan ukuran satu tahun lamanya..

Lagi!!Baju-baju lebaran kalian belum usang, mana akhlak orang-orang yang berpuasa??...

Untukku yang faqir ila maghfiroti robbih

Firmansyah Fawwaz

" 0750" INILAH PENGABULAN ALLOH ATAS DO'AKU

"INI PENGABULAN ALLAH ATAS PERMINTAANKU YANG DAHULU"

Jarum jam masih dalam jengkal 05:32 Wita, dingin yang meraba tubuh masih bermanja-manja enggan beranjak, sambil menunggu gugurnya embun di dedaunan, menanti terbangunnya matahari.

Tiba-tiba saja teringat akan do'a-do'a yang dahulu terbang ke langit menuju Allah ta'aala, lalu pengabulan hadir begitu nyata dari-Nya.

Meski sekedar do'a meminta garam dapur dengan menengadahkan tangan kepada Allah, memelas kepada Allah meminta beras untuk makan, meminta sandal jepit, meminta pelunasan hutang, meminta istri yang sholihah, meminta anak-anak yang menyejukkan hati.

Mintalah kepada Allah semata!!! Ya, mintalah kepada Allah semata.

Sejenak coba kembalikanlah ingatan ini pada sebuah masa yang telah jauh terlewati!!!, pernahkah juga terbesit dalam benak antum sebuah kalimat

"Alhamdulillah..... "

Ini pengabulan Allah atas permintaanku lima tahun yang lalu", atau sepuluh tahun yang lalu, atau lima belas tahun yang lalu, atau lima puluh tahun yang lalu".

Ya...Allah itu mendengar dan mengetahui permintaan kita, betapa seringnya kita terperangah dgn pengabulan itu di masa yang memiliki rentang jeda waktu antara permintaan dan pengabulan dari-Nya.

Maka janganlah berputus asa dari pengabulan-Nya, sungguh Allah tidak-lah lupa.

Bahkan Allah yang berjanji dalam firman-Nya (artinya):
"berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (surat Al-Mukminun: 60).

Segala puji untuk Allah Yang Maha Mengabulkan Permintaan kami selama ini, semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk sebagai hamba-hamba yang sombong hingga merasa bisa mengurus diri sendiri, padahal sekali-sekali tidak, walaupun sekejap mata.

Wallahu A'lam.

Balikpapan 18 Syawal 1435 H

Totong di catet ya.....!!!

Tolong dicatet dan di ingat ingat yaah.

SEBUAH PERMINTAAN KHUSUS SAYA PADA SAHABAT-SAHABAT FB atau SOSMED yang lainnya

''Diustadzkan'' DAN ''aq tidak tahu''

MUFTI FACEBOOK 

Biasanya jika seorang telah 'diustadzkan' di dunia maya ini, seseorang akan ditanya tentang permasalahan agama;

 "Ustadz..apa hukumnya bla..bla.."

"ustadz..kalau misalnya begini, bolehkah kita begitu..?

"Lantas yang diustadzkan ini tidak mau jika kredibilitas keilmuannya diragukan;
"saya ini mahasiswa timteng, harus bisa jawab.." atau "saya ini murid syeikh fulan/ustadz fulan, malu kalau tidak bisa jawab.." 
gumam sebagian orang yang diustadzkan.

Lalu dengan tergesa-gesa ia pun menjawab setiap pertanyaan dari;

1) permasalahan yang belum dikuasainya,

2) terlebih lagi masalah kontemporer, 

3) bahasan yang pelik dan rumit, 

4) dan masalah yang dapat membuka pintu keburukan. 

Baik yang dikirim via inbox atau dikomentar-komentar statusnya tanpa muroja'ah atau bertanya kepada orang yang lebih 'alim darinya agar jawaban yang diberikan benar-benar sesuai dengan al-Qur'an dan as-sunnah dengan pemahaman sahabat rodhiallahu'anhu.

Dan akhirnya si penanya pun mengamalkan apa yang telah 'difatwakan' mufti facebook tsb, atau bahkan memberitahukan persoalan tsb kepada orang lain.

Jika ternyata jawaban yang diberikan salah, maka yang menanggung dosanya adalah 'mufti facebook' yang tidak hati-hati dalam memberikan jawaban.

Allahummahgfirlanaa..

Rosulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda :
من أفتي بغير علم كان إثمه على من أفتاه

"Barang siapa yang berfatwa tanpa ilmu, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberinya fatwa." (HR. Abu Daud : 3657)

Sahabatku..

untuk apa malu dengan suatu yang semu (pujian manusia),  bukankan para sahabat rodhiallahu'anhum adalah sebaik-baik generasi yang paling memahami agama ini, tapi lihatlah kewaro'an mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Barro' : 

"Sungguh aku telah melihat 300 orang sahabat yang ikut perang badr, tidak ada satupun diantara mereka (apabila ditanya) melainkan mereka lebih menyukai untuk mencukupkan sahabat yang lain dalam berfatwa.

"Ibnu Abi Laila berkata : 

"Aku mengetahui 120 sahabat Nabi shallallahu'alai wasallam dari kalangan anshor, ketika salah satu diantara mereka ditanya tentang satu masalah, maka permasalahan ini mereka lontarkan kepada (sahabat) yang ini, lalu (sahabat) yang ini melemparkan soal tadi kepada (sahabat) yang ini, sampai-sampai pertanyaan itu kembali lagi kepada (sahabat) yang pertama, tidak ada satupun diatara mereka yang membicarakan hadits atau ditanya tentang sesuatu melainkan ingin saudaranya yang mencukupkan (jawaban dari pertanyaan itu).

"Sebelum saya akhiri, ada baiknya kita camkan baik-baik pernyataan Ibnu Mas'ud ini :

من أفتى الناس عن كل ما يسألونه فهو مجنون

"Barang siapa yang berfatwa kepada manusia setiap yang mereka tanyakan maka ia adalah orang gila."

Imam Malik pernah ditanya 48 masalah, dan sebanyak 32 masalah beliau berkata :
"saya tidak tahu."

Syeikhuna, syeikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbad hafidzohullah, muhaddits negri hijaz abad ini di dalam majlis tanya jawabnya tidak jarang kami mendengar "laa adri" (saya tidak tahu).

Lantas selevel kita ini mengapa enggan untuk mengucapkan: "SAYA TIDAK TAHU.."???

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita bila pernah memberikan fatwa yang salah.

Wallahuta'ala A'la wa A'lam..

IBNU HILMY

Baarokallahufiykum....

Sekali lg,

JANGAN PANGGIL SAYA ''USTAD'',

karna saya msh belajar,sama seperti kalian semua.

Mhn dimaafkan apabila ada kata2 saya yg menyinggung,...

SAHABATMU FIRMANSYAH FAWWAZ

Sabtu, 09 Agustus 2014

Musibah atau Bencana

Sahabatku....

marilah kita tengok di belahan bumi yg lain.....
Mari kita lihat di bagian negara yg lain...
Entah itu di GAZA , SURIAH, PALESTINA, Atau ROHINGYA Atau bahkan di negara negara islam lainnya yg sedang di landa konflik
Entah itu karna konflik politik, HAM, atau yg mereka namakan isu RAS dan SARA

Di negara negara tersebut
Hampir setiap hari dentungan BOM menjadi sarapan pagi, hujan tembakan menjadi suasana sehari hari.

Ketakutan, kegundahan, keresahan, bahkan tangisan menjadi aktifitas rutin yg mereka kerjakan.

Namun mereka sadar mereka memohon pada robb mereka ALLOH di atas sajadah sajadah tanah

Dibawah langit yg menjadi atap atap masjid mereka

Bahkan merekapun tak pernah sekalipun mengeluh kepada manusia

Atau bahkan ketika listrik dipadamkan , air dikeringkan , telepon diputuskan , gaji tidak dibayarkan , rumah-rumah jadi peti mati , jet-jet kirim kematian , perjalanan dan harapan dilarang meski sakit dan lapar ,

Kalau anda bertanya kepada mereka

" Apa kabar ? "

mereka pasti menjawab
" Alhamdulillah "

terus apakah anda masih mau mengeluhkan tentang diri anda ?????
lingkungan anda ????
kerjaan anda ??? 
Atau bahkan kehidupan anda sekalipun ??

Listrik dipadamkan 1-5 jam sudah update status mengeluh.

Air tidak mengalir 1 harian melanjutkan update status mengeluh ,

Telpon diputuskan atau jaringan HP hilang 30 menit saja , update status mengumpat dan mengeluh ,

Gaji tidak dibayarkan ? Gaji yang dibayarkan telat pada harinya saja sudah mengeluh apalagi yang tidak dibayarkan,bisa jadi langsung resign.

Rumah-rumah sempit kecil dan tidak mewah,masih tidak bersyukur,

Sudahlah,tidak perlu kita lanjut tentang keluhan keluhan mereka, kita akhirnya menyadari diri sendiri telah terlalu banyak mengeluh , sedikit bersyukur

Astaghfirulloh

Dan akhirnya marilah kita memohon kepada alloh atas segala kekufuran kita ini

Semoga bisa lebih baik lagi dalam melangkah dan bersyukur

"Hanya sedikit coment atas setatus status teman yg mengeluhkan kehidupannya di medsos"

Yg sebenarnya ingin saya comentari tapi takut tersinggung atau bahkan malah sakit hati

Entah apa yg ada di dalam hati mereka sehingga senang sekali bila keluhannya di mengerti orang lain....

Entah apa juga yg ada dalam pikiran mereka sampai sampai ketika mereka membikin status tentang keluhannya saja di "like"  banyak orang mereka malah senang...

Fenomena apakah ini...
Musibah ataukah Bencana???

Ahukum fillah
Firmansyah Fawwaz‬