Mendulang Pahala di Bulan Berkah
[Bagian kedua]
------
Kedua, berpuasa disertai niyat di malamnya atau berniyat sebelum memasuki fajar shodiq (waktu shubuh)
Saudaraku, berpuasa di bulan Romadhon, wajib hukumnya. Ia termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Siapa yang meninggalkannya dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syari'at maka ia telah melakukan salah satu dosa besar.
Bagi yang akan berpuasa, maka jangan lalaikan untuk berniat di malamnya atau berniyat sebelum fajar shodiq (waktu shubuh) tiba.
عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ ».
Dari Hafshoh ~rodhiyallohu ‘anha –salah seorang istri Nabi~ bahwasanya Rosululloh ~sholallohu 'alaihi wa sallam~ bersabda : “Barangsiapa yang tidak mengumpulkan keinginan untuk berpuasa (niyat) sebelum terbit fajar maka tidak ada puasa baginya”. [HR. Abu Dawud dalam sunannya no. 2456 dinilai Shohih oleh Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohih wa dhoif sunan Abi Dawud no. 2454 dan Shohiihul Jaami’ no. 6538]
Niyat itu letaknya di dalam hati. Melafazhkan niyat dalam ibadah semisal sholat, puasa dan lainnya dengan lisan termasuk amalan yang tidak ada contohnya dari Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~. Maka nyatalah bahwa ucapan, “Nawaitu shouma ghoddin…dst” yang banyak orang ucapkan setelah sholat tarawih itu sama sekali tidak ada riwayatnya dari Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ dan para sahabatnya. Jadi cukupilah dengan apa-apa yang jelas sumbernya saja agar kita beruntung.
---
Bersambung.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar