Mendulang Pahala di Bulan Berkah
[Bagian ketiga]
------
Dan jangan diremehkan pula untuk bersahur sebelumnya. Mengenai sunnahnya bersahur, Nabi kita bersabda :
عَنْ أَنَسٍ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السُّحُورِ بَرَكَةً ».
Dari Anas ~rodhiyallohu ‘anhu~, dia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu terdapat keberkahan." [HSR. Bukhori no. 1923 dan Muslim no. 2603]
Ketiga, qiyamu Romadhon.
Qiyamu Romadhon atau biasa disebut sholat tarawih hukumnya adalah mustahab/sunnah dan bukan wajib. Meski demikian, melakukannya sesuai tuntunan Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ dengan berjama'ah memiliki keutamaan tersendiri. Perhatikanlah sabda Nabi kita berikut :
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ رَسُوْلُ الله ِ صَلّى الله ُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :...إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ قِيَامَ لَيْلَةٍ
Dari Abu Dzar ~rodhiyallohu ‘anhu~, Rosululloh ~shollalohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Sungguh siapa saja yang melakukan sholat bersama Imam hingga selesai, maka اللّـﮧ mencatat baginya pahala sholat semalam suntuk.” [HR. An Nasaa-ie dalam sunannyanya no. 1616 dengan diringkas. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohiihul Jaami’ no. 2417 ]
---
Bersambung.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar