Hijriah

Sabtu, 30 Agustus 2014

Kesalahan kesalahan penulisan

Berikut ini adalah beberapa kekeliruan pengucapan dan penulisan yang sering dijumpai:

1. SUBHAANALLAAHU Yang benar adalah SUBHAANALLAAHI. Karena lafazh SUBHAAN adalah Isim, bukan Fi'il. Sehingga lafazh tersebut berada dalam konsep (tarkib) Idhofah.  Lafazh "ALLAAHI" sebagai Mudhof Ilaih,  i'rabnya Majrur dengan kasrah.

2. JAZAAKALLAAHI Yang benar adalah JAZAAKALLAAHU. Karena lafazh "JAZAA" adalah Fi'il, bukan Isim. Sehingga lafazh "ALLAAHU" menjadi Faa'il, Marfu' dengan dhommah.

3. BAARAKILLAAHU Biasanya ucapan ini disampaikan kepada wanita. Hal ini karena si pengucap mengira bahwa huruf "KA" pada lafazh "BAARAKALLAAH" adalah dhomir (kata ganti), sehingga kalau diucapkan kepada wanita harus diganti dengan "KI" , jadilah BAARAKILLAAH.Ini tidak benar. Karena "KA" pada lafazh BAARAKA adalah asli bagian dari Fi'il tersebut, bukan dhomir. BAARAKA YUBAARIKU artinya memberkahi. Jadi, dalam penggunaannya tidak benar bila diganti dengan KI. Lantas, mana yang harus dirubah dhomirnya? Yaitu lafazh "FIIKA" digantI "FIIKI" apabila diucapakan kepada wanita. BAARAKALLAAHU FIIKA (untuk 1 laki2). BAARAKALLAAHU FIIKI (untuk 1 wanita).

4. SHOLLALLAAHU 'ALAIHI WASALAAM Yang benar adalah WA SALLAM. Karena SALLAM pada lafazh tersebut adalah Fi'il, bukan Isim.

5. ASALAAMU'ALAIKUMYang benar adalah ASSALAAMU'ALAIKUM (dobel huruf S). Karena lafazh Salam-nya mengandung Alif Laam Syamsiyyah. Jika tidak didobel S akan memberikan makna yang berbeda.

Allahu a'lam

Semoga manfaat

HATI YANG HITAM Bag. 2

Sesungguhnya, hati kita telah tahu bahwa kita akan membuat kesalahan.
Bukankah pernah Kita alami, saat hati Kita merasa sesuatu itu berbahaya, tapi Kita meneruskannya, hingga akhirnya terluka, baik badan atau hati?
Sebagian besar orang yang salah investasi atau salah menikah, telah melawan nasehat baik dari hatinya sendiri atau dari keluarga dan sahabatnya.

Maka belajarlah untuk menjadi tenang, agar lebih jelas terdengar nasehat baik hati yang ingin memelihara kebaikanmu.

Apakah ada di antara orang yang Kita sayangi atau yang Kita sahabati, yang perilakunya seperti menginginkan kita merasa minder, tidak percaya diri, merasa selalu salah, dan selalu kurang?
Memang ada orang yang merusak kedamaian dan melemahkan hati kita untuk menguasai kita.
Terhadap mereka, jagalah jarak.
Hiduplah damai bersama diri sendiridan mereka yang menghormati hak Kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan berbahagia.

Sahabatku yang baik hatinya, Engkau menjadi pribadi yang kuat, saat engkau tidak mengijinkan kelemahanmu menghalangi penggunaan dari kekuatanmu. Kemudian,

Engkau menjadi pribadi yang khusus saat engkau menggunakan kekuatanmu untuk kebaikan sesama.
Maka, kuatkanlah dirimu, dan abdikanlah penggunaan dari kekuatanmu pun untuk mendamaikan dan menguatkan jiwa-jiwa yang merindukannya.

Hanya dengan menguatkan sesama,engkau menjadi kuat dan dengan membahagiakan sesama,engkau dibahagiakan.

Sahabatku, saya letih sekali dengan kehidupan yang tanpa harapan, rasanya seperti saya berlari di tempat.
Sahabatku yang baik hatinya, Janganlah mematikan harapanmu.

Sesungguhnya, Allah menemuimu pada tingkat harapanmu.
Jika harapanmu rendah, pasti keikhlasanmu untuk berubah juga rendah, maka rendahlah yang kau terima.
Jika harapanmu tinggi, engkau bekerja dengan jujur, ceria, dan rajin, Allah akan membaikkan hati sesamamu terhadapmu, dan menugaskan beberapa malaikat untuk membantumu.

Aamiin. 

Kalau ada orang menghina bagaimana cara untuk tetap setia kepada niat baik?
Kebaikan yang kita lakukan kepada sesama, adalah kebaikan yang akan kita terima.
Karena, Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.
Orang yang menghina orang lain, sesungguhnya sedang mempersulit hidupnya sendiri.
Apakah ada orang yang suka menghina, yang hidupnya bebas dari kegerahan dan kemarahan?

Kasihilah mereka yang tidak mengerti.

Mulailah dengan kebiasaan hidup yang baik semuda mungkin.

Mulailah dengan memelihara kebaikan hati.
Isilah hatimu dengan kasih sayang dan penerimaan bahwa orang lain juga memerlukan waktu untuk menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan bagimu.

Semoga yang singkat ini selalu menjadi pengingatku sebelum menjadi pengingat yang membaca...

Balikpapan kota beriman
Di mess 1 tepat di kalender yang menunjukkan angka 4 dulqo'dah 1435 H

HATI YANG HITAM

Sahabatku…

HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung diberikan oleh Allah.
Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya.
Pada hatilah letaknya niat seseorang.
Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.
Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rosak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati.
Sekiranya berlaku pada hati keadaan seperti ini. Maka, akan lahirlah penyakit masyarakat berpuncak dari hati yang sudah rusak itu.

Justru, hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat.
Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa.
Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa.
Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu.

Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud:
“Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya.
Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.”
(Hadis riwayat Ibn Majah).
Hadis ini selaras dengan firman Allah:
“Sebenarnya ayat-ayat Kami tidak ada cacatnya, bahkan mata hati mereka telah diseliputi kekotoran dosa dengan sebab perbuatan kufur dan maksiat yang mereka kerjakan.”
(Surah al-Muthaffifiin ­, ayat 14).

Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadah tidak dapat dirasakan.
Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya bhya iman dan ilmu.
Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita tahu, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya.

Allah berfirman:
“Kemudian setelah itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
Pada hal antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir sungai daripadanya, dan ada pula antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air dari padanya.
“Dan ada juga antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah sedang Allah tidak sekali-kali lalai dari pada apa yang kamu kerjakan.”
(Surah al-Baqarah, ayat 74).

Firman-Nya lagi:
“Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera dari pada syirik dan munafik.”
(Surah al-Syura, ayat 88 – 89)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :

- Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan

- Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
- Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan
- Dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.

”Semoga bermanfaat, InsyaAllah…

Balikpapan kota beriman, 4 Dulqo'dah 1435 H

SEBAB MAAF TAK HANYA SEKALI

..........

Susah sesakali mengawali tulisan ini
Meskipun "bismillah" sudah terucapkan dalam hatiku...

Terpaan kata2 itu tanpa sadar membuat air mata ini berlinang tanpa sadar...
Sungguh bahaya lisan amat sangat terasa sekali, jika hati ini sudah terikat cinta dengan pemilik hati (Alloh)

Masih ingat cerita tentang julaibib yg pernah saya tulis sebelumnya...

Begitupula dengan sebuah hadist rosululloh salallahualaihi wassalam yg memerintahkan kita untuk mudah memaafkan...

Dari jabir bin sulaim
"Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” 

(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Kisah kemaksiatan yg dulu pernah saya lakukan...
Mudah mudahan ini adalah balasan dari kemaksiatan2 yg dulu pernah kulakukan dan ini adalah balasan dari alloh di dunia...
Semoga di akhirat kelak Alloh sudah memberi maghfirohnya kepadaku lantaran sudah mendapatkan hukuman di dunia....

Memang benar kata ulama memaafkan orang lain lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri...

Andaikan orang lain bersalah mudah bagi kita untuk memaafkan...

Namun andaikan kita berbuat salah dan tentunya kesalahan itu adalah dosa kita terhadap alloh, siapa yg mampu menjamin bahwa alloh sudah memberi maaf kepada kita...

Allahuakbar.....

Sekiranya dosa2 ini mempunyai bau niscaya tidak ada satu orangpun yg mau mendekat denganku lantaran bau ini akan mengganggunya...

Andaikan di runut sungguh dosa2 kita setiap hari bertambah sedangkan usia kita semakin berkurang....

Susah menulis kata2 saat ini
Entah perasaan campur baur ini menjadi satu

Di sore hari 16.41 WITA
Malam Ahad di balikpapan kaltim
Tepat kalender menunjukkan angka
4 Dzulqo'dah 1435 H

Al faaqir fawaz

Jumat, 29 Agustus 2014

KADZABTA

Entah kenapa kisah ini membuatku sangat takut......

ketika seorang hamba berdialog di hadapan Rabbnya di hari kiamat tentang amal amalnya..

Maka yang pertama di datangkan adalah seorang laki-laki yang mati syahid dan ia adalah orang pertama dari tiga orang yang akan di adili. ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg diberikan padanya,ia mengakuinya.

Allah bertanya : " apa yang telah kau perbuat dengan nikmat itu?
" ia menjawab : "aku berjihad di jalanmu hingga aku mati syahid"
Allah pun membantahnya :
" KADZABTA, kamu bohong, kamu berjihad hanya agar namamu disebut bahwa si fulan seorang pemberani, dan kini kau sudah di sebut demikian.
Maka diperintahkan agar diseret wajahnya hingga ia terlempar ke dalam neraka.

Kemudian di datangkan seorang yang mempelajari ilmu serta membaca Al qur'an. ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg diberikan padanya, dn ia pun mengakuinya. maka Allah bertanya : "apa yang kau perbuat dengan nikmat tersebut?

"hamba itu menjawab: " aku mempelajari ilmu, membaca al qur'an, dan mengajarkanya karenaMU.

"Allah berkata : "KADZABTA, kamu bohong, kamu melakukan itu semua agar dikatakan si fulan itu 'aalim, dan engkau membaca qur'an agar dikira si fulan qoori'. maka sungguh engkau telah dikatakan demikian.

Makaa,diperintahkan agar diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.

Kemudian didatangkan seseorang yang Allah beri dia berbagai macam harta. maka ia dihadapkan, ia mengetahui segala nikmat yg Allah berikan padanya.Allah bertanya :
"apa yang telah kau perbuat dengan nikmat tersebut?

"hamba tadi menjawab : " aku tidak meninggalkan sesuatu apapun yg engkau cintai melainkan aku infaqkan hal itu karenaMU"

"KADZABTA,engkau berbohong" kata Allah.

"engkau melakukan hal itu hanya ingin disebut2 si fulan adalah seorang dermawa, dan sungguh telah dikatakan demikian"
maka diperintahkan agar diseret wjahnya hingga ia terlempar ke dalam neraka.

Afwan, ana ndak bisa komentar. kisah ini di tulis oleh abu abdillah Muhammad bin sa'id bin ruslan dalam kitab beliau

"adaabul thoolibil 'ilmi'' pada bab "ikhlashun niyyati lillahi fi tholabil 'ilm" kisah ini shohih diriwayatkan oleh Muslim dalam shohihnya dari abu hurairah Radhiyallahu'anhu.

setelah ini, masihkah kita berbangga diri? setelah pada akhirnya kita tau trnyata amal yg kita bangga2kan selama ini dianggap kebohongan oleh Allah??

Islam tak memandang rupa

Jika kalian mencari teman yg sempurna maka akupun akan menjauh karna aku bukan manusia yg sempurna....
Jika kalian mencari saudara yg berharta jangan dekati aku, karna aku tak akan bisa memberikan apa apa kecuali hanya sedikit saja harta yg ku punya....
Dan jika kalian mencari yg dekat dengan Alloh mudah mudahan aku tidak mengecewakanmu....

Karena islam,tidak memandang rupa seseorang...
Hanya ada pada islam...
Seseorang yang memiliki masa lalu kelam,fisik yang cacat, dn rendah di hadapan manusia, bisa menjadi jendral penghuni rumah di surga.

----> Adalah seseorang yang dahulu memerangi nabi,membencinya,bahkan berusaha sekuat tenaga untuk membunuh nabi, yang berperan besar dalam mengalahkan pasukan kaum muslimin di perang uhud dengan pasukan berkudanya.
Namun tatkala telah masuk islam, baik islamnya, maka ia pun mendapat gelar ‘’saifullah al maslul’’ pedang Allah yang terhunus.
Inilah dia Khalid bin Walid Radhiyallahu’anhu.

----> Seseorang, yang dahulunya sangat keras terhadap sosok yang bernama Muhammad, sangat membencinya, Namun tatkala mendengar lantunan ayat al qur’an, bercucuranlah air matanya membasahi pipinya karena menangis.
Dan dengan itu ia masuk ke dalam islam,baik islamnya sehingga ia pun mendapatkan gelar ‘’al faruq’’ yaitu orang yang mampu membedakan antara yang haq dengan yang bathil, bahkan kini makamnya bersanding dengan makam Rasulullah.
Inilah dia Umar ibnul Khaththab Radhiyallahu’anhu

-----> Dia hanyalah seorang budak berkulit hitam, seorang yang rendah kedudukanya di mata manusia hanya karena ia budak dan kulitnya yang hitam.
Salah satu di antara para sahabat yang berat ujianya tatkala hendak memeluk al hanifiyyah Namun, tatkala ia berhasil selamat dari penyiksaan tiada henti oleh tuanya umayyah, dan berhijrah kepada islam, ternyata masa lalunya sebagai budak tidak membuatnya menjadi orang rendah di islam.
Justru dialah orang pertama kali yang menaiki ka’bah dan mengumandangkan seruan Allah ke seluruh penjuru mekkah saat itu. 
Dia juga yang Rasulullah katakan
:فاني سمعت دف نعليك بين يدي في الجن

 (maka sungguh aku telah mendengar suara kedua terompahmu di surga)
Inilah dia Bilal bin Rabbah, si budak berkulit hitam sekaligus muadzin Rasulullah. 

-----> Kulitnya hitam, kedua matanya pun buta, namun kekurangan itu tidak membuatnya hina di hadapan Allah. Walaupun begitu, ternyata ia menjabat sebagai tukang adzan Rasulullah. Bahkan karena dia,  Allah ta’ala menegur Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan menurunkan surat ‘abasa. Sehingga tatkala berjumpa dengan nabi,nabi pun mengucapkan

:اهلا بمن فيه عاتبني ربي

(selamat datang terhadap orang yang denganya Rabbku mencaciku)
Namun justru kenyataan berbalik seratus delapan puluh derajat. inilah dia abdullah bin umi maktum.

Namun,justru al haarits, yg memiliki jabatan tinggi,dengan kesombonganya tidak sujud kepada Adam, Allah memanggilnya Iblis,dan menjadikan penghuni neraka.

Justru fir'aun,yg memiliki segala kekayaan dn harta,hingga berkata ''ana robbukumul a'la'' Allah seret dia ke jahannam bersama pengikutnya.

Cacat,tidak mengurangi derajat di hadapan Allah. Masa lalu yg kelam, bukan berarti ia orang yg buruk di akhir hidupnya.Rendah di mata manusia, bukan berarti rendah di hadapan Allah.

Setiap manusia, siapapun dia, bagaimanapun kedudukanya, keadaanya, masa lalunya, ia tetap berhak untuk mendapat ketinggian derajat di hadapan Allah.

Maka, janganlah keadaan anda menghalangi anda untuk menjadi hamba2 Allah yg shoolih.

Karena islam, tidak memandang rupa.
Tetapi ''at taqwa ha huna'' taqwa itu disini, nabi mengisyaratkan ke dadanya 3x.

Al faaqir ila maghfiroti robbih zakariya rizky

Terimakasih banyak wahai musuh musuhku

TERIMA KASIH BANYAK WAHAI MUSUH-MUSUHKU

Seorang da'i berkata :
Apakah yang harus aku katakan kepada kalian wahai musuh-musuhku…
Sungguh rasa gembira yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam…
Kalian telah benar-benar membantuku di dunia dan terlebih-lebih di akhirat…
Di akhirat kelak…
kalian akan memikul banyak bebanku yang berat…
padahal kalian sendiri benar-benar dalam keadaan lemah…
sungguh ini merupakan kebaikan yang tiada bandingannya…
Kalian telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala amal kebajikan kalian kepadaku, di saat kalian benar-benar sangat membutuhkannya….
sungguh kebaikan yang tiada tara…
Wahai kalian yang menggibahku…
yang memakan hartaku…
yang merendahkan harga diriku…
yang berdusta atas namaku…
yang hobi mencari-cari kesalahanku…
sungguh kalian telah berbuat kebaikan yang tiada tara bagiku…,
teruskanlah perjuangan kalian menzolimiku…
sungguh aku sangat butuh dengan hadiah kalian pada hari kiamat kelak…
Aku sangat butuh –pemberian- kalian untuk memperberat timbangan kebaikanku…
Sungguh betapa bahagianya aku tatkala aku tahu bahwasanya aku tidak bisa meraih tempat yang sangat mulia hanya sekedar mengandalkan amal kebajikanku?,
Akan tetapi berkat hadiah kalian akupun bisa meraih kedudukan mulia tersebut….
karenanya jangan ragu-ragu untuk meneruskan perjuangan kalian menjatuhkan aku…!!!

Rasulullah bersabda

,أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ“

Tahukah kalian apa yang disebut dengan orang yang bangkrut?
”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki barang dagangan”.
Rasulullah berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat.
Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), telah memakan harta si fulan, telah menumpahkan darah si fulan, dan telah memukul si fulan.
Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan.
Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka”
(HR Muslim no 2581)

Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwasanya si fulan telah mengghibahmu.
Maka beliaupun mengirim sepiring makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya tersebut lalu berkata kepadanya,
“Telah sampai kabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut”

(Wafayaatul A’yaan 2/71)
Seorang penyair berkata

:يُشَارِكُ لَكَ الْمُغْتَابُ فِي حَسَنَاتِهِ وَيُعْطِيْكَ أَجْرَ صَوْمِهِ وَصَلاَتِهِفَكَافِهِ بِالْحُسْنَى وَقُلْ رَبِّ جَازِهِ بِخَبْرٍ وَكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِفَيَا أَيُّهَا الْمُغْتَابُ زِدْنِي فَإِنْ بَقِيَ ثَوَابُ صَلاَةٍ أَوْ زَكاَةٍ فَهَاتِه

ِOrang yang mengghibahmu menyertakan engkau dalam kepemilikan kebaikan-kebaikannya
Dan ia menghadiahkan kepadamu pahala puasa dan sholatnyaMaka hendaklah engkau membalasnya dengan kebaikan dan katakanlah,

“Wahai Tuhanku balaslah dia dengan kebaikan dan hapuslah dosa-dosanya”
Wahai orang yang menggibahku tambahlah hadiahmu kepadaku…

Jika masih tersisa pahala solatmu dan zakatmu maka berikanlah kepadaku.

Ustadz Firanda Andirja, Lc MA