Hijriah

Jumat, 02 Mei 2014

MAIN DADU


Tanya:
Saya pernah membelikan anak saya permainan seperti monopoli, ular tangga, dll yang mana dadu dipakai untuk memainkan permainan tersebut. Apa hukumnya  permainan seperti ini ?

Jawab:
Seluruh permainan yang menggunakan dadu termasuk dalam larangan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagai berikut:

"Barang siapa yang bermain dadu maka seolah-olah ia telah mencelupkan tangannya ke dalam daging dan darah babi." (HR. Muslim).

Imam An Nawawi rahimahullah berkata, "Hadits ini merupakan dalil Imam Syafi'i dan mayoritas para Ulama bahwa bermain dadu hukumnya haram... Dan maksud hadits ini adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyerupakan haramnya main dadu dengan haramnya memakan daging babi."

Hadits berikutnya yang dijadikan dalil adalah:
"Barangsiapa yang bermain dadu sungguh ia telah durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya." (HR. Abu Daud, sanad hadits dinyatakan hasan oleh Al Albani).

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diatas menyamaratakan seluruh permainan yang menggunakan dadu, tanpa membedakan nama dan bentuk permainannya. Maka monopoli, ular tangga, ludo dan SEGALA JENIS permainan yang menggunakan dadu, hukumnya HARAM sama dengan mengundi nasib menggunakan anak panah.

Yang perlu diperhatikan juga adalah tidak diperbolehkannya menyimpan dadu, meskipun tidak untuk  digunakan bermain, karena sikap para sahabat yang membuang dadu dan merusaknya. Dari Nafi', murid dan menantu Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, beliau menceritakan, "Bahwa Ibnu Umar jika melihat salah satu diantara anggota keluarganya bermain dadu, beliau langsung memukulnya dan memecahkan dadu itu." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, dinilai shahih oleh Al Albani sampai Ibnu Umar).

والله أعلم بالصواب
Ref:
"Harta Haram Muamalat Kontemporer" - Dr. Erwandi Tarmizi, MA, hal: 281 - 282.

http://www.konsultasisyariah.com/bermain-dadu/#

Kamis, 01 Mei 2014

Surat as-Sajdah & al-Insan Di Hari Jum'at

Ibnu al-Qayyim berkata, Nabi صلى الله عليه وسلم  biasa membaca dua surat, yaitu;
الم . تَنْزِيلُ

"Alif Laam Miim. Tanziil" (QS. as-Sajdah diraka'at pertama), dan

هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ

"Hal Ataa 'Alal Insaan" (QS. al-Insan)
al-Insan diraka'at kedua) ketika shalat Subuh.

Dan aku pernah mendengar Syaikhul
Islam Ibnu taimiyyah (yakni, guru Ibnul Qayyim) mengatakan,

"Nabi صلى الله عليه وسلم  membaca kedua surat tersebut ketika shalat subuh di hari Jum’at, karena kedua surat tersebut berisi hal-hal yang telah terjadi dan hal yang akan terjadi pada hari itu.

Kedua surat tersebut mencakup hal; penciptaan Adam, peringatan tentang hari kiamat, hari dikumpulkannya makhluk, di mana itu semuanya terjadi di hari Jum’at, maka dengan membaca kedua surat tersebut di hari ini (yaitu hari Jum’at) akan mengingatkan umat manusia tentang apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi pada hari tersebut".

Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala. Semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam.
_______________________

Catatan:

> Bagi yang ingin bergabung dengan BB Dakwah Al-Sofwa silahkan invite PIN BB berikut :24C805BD

> Untuk mengetahui informasi dan artikel-artikel ke-Islaman lainnya, kunjungi situs kami:

1. www.alsofwa.com / www.alsofwah.or.id
2. www.bukusdunggulan.com
3. www.mais-cilacap.com
         
(Situs Dakwah & Informasi Islam)

(Sumber: Pesan ini disebarluaskan oleh BB Dakwah Al-Sofwa PIN 24C805BD)              

                 ┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Besarnya pahala sebanding ujian yang diterima

Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu 'alaa Rosulillah wa 'alaa aalihi wa shohbihi ajma'iin. Amma ba'du.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, mari renungi sabda Nabi kita berikut. Semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaatnya untuk kita.

Dari Anas bin Malik ~rodhiyallohu 'anhu~, dari Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ bahwasanya beliau bersabda :

عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Alloh mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan Alloh dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Alloh.” [HR. Ibnu Majah dalam sunannya no. 4167 dihasankan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 3407]

Saudaraku seislam yang saya cintai, pujilah اللّـﮧ yang telah memberikan kita ujian, cobaan atau pun musibah. Jauhilah keluh kesah apalagi sampai berburuk sangka kepada-Nya. Tidakkah kita ingin ampunan-Nya?

Dari Syaddad bin Aus –rodhiyallohu ‘anhu berkata : Sungguh aku pernah mendengar Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Sesungguhnya Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman :

إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدًا مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنًا، فَحَمِدَنِي عَلَى مَا ابْتَلَيْتُهُ، فَإِنَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مِنَ الْخَطَايَا

“Apabila Aku menimpakan musibah kepada salah seorang hamba-Ku yang mu’min lalu hamba itu memuji-Ku atas musibah yang Aku berikan kepadanya, maka ketika ia bangkit dari tempat tidurnya seperti hari seorang anak yang baru dilahirkan ibunya bersih dari segala dosa.”[HR. Ahmad -rohimahulloh dengan diringkas. Dihasankan  oleh Syaikh Al Albani –rohimahulloh- dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 3423, Shohiehul Jaami’ no. 4300 dan Ash-Shohiehah no. 2009]

Smg bermanfaat



Ibnu muktar

Orang yang paling rendah kedudukannya

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan..semoga Alloh memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ :َقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم : ( نَحْنُ الآخِرُوْنَ    وَ اْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ إِنَّ اْلأَكْثَرِيْنَ هُمُ اْلأَسْلَفُوْنَ إِلاَّ مَنْ قَالَ هَكَذَا وَهَكَذَا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَمِنْ خَلْفِهِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ وَيَحْثِي بِثَوْبِهِ )

Dari Abdulloh bin Mas’ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, dia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Kita adalah umat terakhir muncul di dunia, pertama yang akan masuk surga di hari kiamat. Sesungguhnya orang-orang yang paling banyak memiliki harta adalah orang yang paling rendah kedudukannya kecuali orang yang mengatakan ( untuk menginfakkan hartanya) begini..begini..ke arah kanan, kiri, belakang dan depan dan meraup dengan bajunya.”

HR. Ibnu Hibban ~rohimahulloh~ no. 3217 dalam shohihnya dan dinilai shohih lighoirihi oleh Syaikh al-Albaniy ~rohimahulloh~ dalam Shohihut Targhiib wat Tarhiiib no. 3262

Semoga Alloh menjadikan saya dan pembaca tulisan ini termasuk hamba2Nya yang bertakwa, jika diberi harta maka hartanya itu digunakan untuk menolong agama Alloh dan memuliakan saudara2nya seagama. Dan jika diuji dengan kesempitan dan kemiskinan, ia tak akan menghinakan diri atau menjual agamanya demi mendapatkan keinginannya atau dunia yang hina ini.

Wa shollallohu wa sallama 'alaa Nabiyyina





Ibnu muktar

Sakit bagi seorang Muslim

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, ketahuilah bahwa seorang muslim yang اللّـﮧ uji dengan penyakit memiliki berbagai keutamaan. Di antaranya adalah :

Pertama, sakit itu mendatangkan ampunan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Alloh benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit sehingga Dia menghapuskan setiap dosa darinya." HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok no. 1286. Dishohihkan Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam "Ash-Shohihah" no. 3393

Kedua, sakit adalah sinyal dan kesempatan bagi seorang muslim untuk terbebas dari api Neraka.

Siapa yang menginginkan demikian bacalah kalimat2 berikut :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ  

"Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh, dan Alloh Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh semata. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh, milik-Nya kerajaaan dan pujian. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Alloh, dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Alloh."

Dan beliau bersabda : "Barangsiapa yang mengucapkan kalimat-kalimat tersebut ketika sakitnya kemudian ia mati maka ia tidak akan disentuh api neraka."[HR. Tirmidzi ~rohimahulloh~ dalam sunannya no. 3758 dan dinilai Shohih ligoirihi oleh Syaikh Al Albani ~rohimahulloh~ dalam Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3481]

Wa shollallohu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad





Ibnu muktar

Rabu, 30 April 2014

ADAKAH PUASA & SHOLAT KHUSUS DI BULAN RAJAB?

Assalamualaikum warrohmatullah....

Segala puji syukur kepada allah yg telah mempertemukan kita dengan bulan yg mulai yaitu rojab....
Serta sholawat serta salam terurahkan untuk baginda nabi muhammad sholallahu alaihi wassalam
Yg telah m3mbimbing kita dari jalan yg gelap menuju jalan yg terang yakni aqinur islam....

Ikwan fillah semoga saat ini kita senantiasa dalam keadaan sehat sehingga kita masih bisa dan diberi kesempatan allah dalam menuntut ilmu.

Ulasan singkat seputar bulan rajab ini semoga menambahkan kita ilmu untuk memahami islam selangkah lebih dekat....

Allah ta’ala berfirman,
 
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
 
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit & bumi, diantaranya 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36]
 
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Tahun terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: DzulQo’dah, DzulHijjah & Muharram. Dan Rajab bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumada & Sya’ban.” [Muttafaq'alaihi dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu]
 
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم
“Dan Allah ta'ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar, demikian pula amal shalih & pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/148]
 
Amal shalih yang dimaksud adalah yang biasa kita kerjakan, seperti sholat, puasa, dzikir, dll. Adapun amalan khusus di waktu-waktu khusus maka membutuhkan dalil, contohnya puasa Arafah tgl. 9 Dzulhijjah, Asyuro’ 10 Muharram, dll. Sedangkan puasa & sholat khusus di bulan Rajab, maka tidak ada satu dalil pun yang shahih.
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab secara khusus, maka seluruh haditsnya lemah, bahkan palsu, tidak ada seorang ahli ilmu pun yang berpegang dengannya, dan bukan pula termasuk kategori lemah yang boleh diriwayatkan dalam fadhail (keutamaan bermal), bahkan seluruhnya termasuk hadits palsu yang dusta.”[Majmu’ Al-Fatawa, 25/290]

Semoga bermanfaat.

Selasa, 29 April 2014

Bulan RAJAB Akan Tiba?

Ibnu Hajar al-Asqalani,
Diantara Ulama' Asy-Syafi'iyah  berkata, “Tdk ada hadits shahih yg layak utk dijadikan hujjah/dalil mengenai keutamaan bulan Rajab,brpuasa padanya, brpuasa pd hari2 tertentu darinya ataupun melakukan shalat malam secara khusus pdnya.
Beliau juga berkata, “Sdgkan mengenai hadits2 yg brbicara ttg keutamaan bulan Rajab,keutamaan brpuasa pdnya atau berpuasa pd hari2 tertentu pdnya, mk dpt dikategorikan kpd dua jenis;
hadits2 yg lemah(Dla’îf) & hadits2 palsu(Maudlû’).
Kami memaparkan hadits2 yg lemah. Diantara amalan pd bulan Rajab;
1. Shalat Raghai'ib.
Imam an-Nawawy, diantara ulama asy-Syafi'iyah berkata, “Ia (shalat Raghâ`ib) adalah perbuatan bid’ah yg buruk lagi munkar (yg hrs diingkari dg sangat), mengandung beberapa kemungkaran. Krn itu, wajib ‘ain utk ditinggalkan&tdk melakukannya serta mengingkari pelakunya.”(Lihat, Fâtâwa al-Imâm an-Nawawy, hal.57)
2. Mengkhususkan Puasa. .
Ibnu Rajab berkata, “Tdk ada sesuatupun (hadits ataupun atsar) yg shahih dari Nabi, maupun dr para shahabatnya terkait dg keutamaan brpuasa pd bulan Rajab secara khusus.” (Lihat, Lathâ`if, hal. 228)

Perlu diketahui, bahwa tdk dibolehkannya brpuasa secara khusus pd bulan Rajab, bukan berarti tdk boleh berpuasa sunnah padanya seperti dalil2 umum yg menganjurkan berpuasa Senin-Kamis,hari Bîdl (tiga hari dlm setiap bulan hijriah;tgl 13,14,15) & sehari puasa sehari berbuka.
Demikian juga  amalan2 yg lain,diantaranya menyembelih, i'tikaf,mengeluarkan zakat, umrah secara khusus pd bulan Rajab& bahkan memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, semua itu tdk selayaknya diamalkan krn tdk ada dalil yg shahih menjelasakan disyari'atkannya amalan2 tsbt.

Rasulullah., bersabda, “Brgsiapa yg melakukan suatu amalan (dalam agama) yg tdk pernah kami lakukan, mk  ia tertolak.”.(HR.Muslim)

Smg bermanfaat. Wallahu a'lam.