Hijriah

Kamis, 07 Agustus 2014

A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma

3. A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma

Beliau dilahirkan 4 tahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus. Ayahnya seorang As-Shiddiq yang banyak menemani perjuangan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibunya bernama Ummu Ruman bintu Amir bin Uwaimir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi A’isyah di bulan syawal tahun 11 setelah kenabian.
Dua tahun 5 bulan sebelum hijrah dan setahun setelah beliau menikahi Saudah.
(Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 471)

Paraahli sejarah berbeda pendapat tentang usia Aisyah ketika menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pendapat yang makruf, beliau menikah di usia 6 tahun, dan baru kumpul di usia 9 tahun. Sebagaiaman keterangan Aisyah sendiri tentang dirinya

,تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ ، وبنى بي وأنا بنت تسع سنين

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenikahiku ketika aku berusia 6 tahun. Dan beliau kumpul bersamaku ketika aku berusia 9 tahun. (HR. Bukhari 3894 & Muslim 1422)

Namun keterangan A’isyah ini dipertanyakan. Karena beliau menyampaikan keterangan ini setelah di usia cukup tua dan ketika itu angka tahun kurang diperhatikan. Karena itulah ada sebagian ulama yang membandingkannya dengan usia Asma (saudari Aisyah). Ibnu Hajar menegaskan selisih usia Asma dengan A’isyah adalah 10 tahun lebih tua.Sementara Abu Nuaim meriwayatkan bahwa usia Asma ketika hijrah ke Madinah 27 tahun. Artinya, ketika hijrah, Aisyah berusia 17 tahun. 
Adajuga yang mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah di usia 13 tahun, dan baru kumpul di usia lebih dari itu.

Beliaulah satu-satunya istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi dalam kondisi masih gadis. (HR. Bukhari 5077).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi A’isyah di usia muda, atas perintah Allah melalui mimpi beliau.

Dan mimpi nabi adalah wahyu.

A’isyah, wanita yang berakhlak mulia dan sangat cerdas. Sebagian ulama mengatakan, A’isyah adalah wanita yang paling paham tentang ajaran Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di seluruh dunia. Karena jasa besar A’isyah, kita bisa mengetahui banyak sunah di rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau meriwayatkan sekitar 2210 hadis, 316 diantaranya terdapat dalam shahih Bukhari & Muslim.Terkait A’isyah, Allah menurunkan firman-Nya disurat An-Nur.

Allah membersihkan nama baik Aisyah dari tuduhan orang munafik bahwa beliau telah selingkuh.

A’isyah adalah wanita baik-baik yang tidak mungkin melakukan demikian.

Anehnya, orang-orang syiah masih menuduh A’isyah sebagai zaniah (pezina) –wal’iyadzu billah – yang ini menunjukkan bahwa mereka kufur terhadap  surat An-Nur.

Beliau meninggal pada tanggal 17 Ramadhan, tahun 57 H. ada yang mengatakan, tahun 58 H. dan jenazah beliau dimakamkan di Baqi’, yang sampai saat ini menjadi incaran orang syiah. Mereka menggali kuburan A’isyah dan ingin mereka rusak.

Semoga Allah meridhai A’isyah dan menghancurkan makar syiah.

Saudah bintu Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha

2. Saudah bintu Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha
Ayahnya: Zam’ah bin Qois bin Abdi WudIbunya: As-Syamus bintu Qois bin Amr. Secara nasab, ibunya merupakan sepupu Abdul Muthalib dari jalur ibu. Sehingga Saudah dengan Abdullah (ayah Nabi) adalah sepupu kedua (mindoan).Sebelumnya, Saudah menikah sepupunya, Sakran bin Amr. Beliau masuk islam bersama suaminya dan ikut hijrah ke habasyah. Sepeninggal Sakran, Saudah menjadi janda tanpa keluarga yang melindunginya. Sampai akhirnya dinikahi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, di usia yang sudah cukup tua. Ketika itu, Saudah telah memiliki 6 putra.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di bulan Syawal tahun 10 kenabian (sekitar 3 tahun sebelum hijrah), sebulan sepeninggal Khadijah radhiyallahu ‘anha. (Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir, 3/149).

Ketika sudah cukup tua, Saudah menyerahkan jatah gilir malamnya untuk A’isyah. Dengan harapan, Saudah bisa tetap menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai meninggal, sehingga bisa menemani beliau di surga. Terkait peristiwa ini, Allah menurunkan firman-Nya disuratAn-Nisa ayat 128.Beliau meninggal di Madinah tahun 54 H.
(Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 471)

Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha

1. Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha

Ayahnya: Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza. Dia adalah kakeknya Zubair bin AwwamIbunya: Fatimah bintu Zaidah bin Al-Asham. Dia adalah bibi sahabat Ibnu ummi Maktum.Ahli sejarah berbeda pendapat, apakah khadijah menikah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan janda, ataukah masih gadis. Sebagian mengisyaratkan bahwa Khadijah masih gadis, diantaranya Abu Nuaim Al-Ashbahani dalam Dalail An-Nubuwah (1/178).

Ulama berbeda pendapat tentang usia khadijah ketika menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan yang sering kita dengar, beliau menikah dengan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam di usia 40 tahun. Berdasarkan riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Sa’d dalam At-Thabaqat Al-Kubro, dari Al-Waqidi. Dalam riwayat itu dinyatakan:

وتزوجها رسول الله صلى الله عليه و سلم وهو بن خمس وعشرين سنة وخديجة يومئذ بنت أربعين سنة ولدت قبل الفيل بخمس عشرة سنة“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya (Khadijah) ketika beliau berusia 25 tahun, sementara Khadijah berusia 40 tahun.” (Thabaqat Ibn Sa’d, 1/132)Akan teteapi dalam riwayat Al-Hakim dengan sanadnya, dari Muhammad Ibnu Ishaq, beliau menyatakan:
وكان لها يوم تزوجها ثمان وعشرون سنة

“Pada hari pernikahannya (Khadijah), beliau berusia 28 tahun.” (Al-Mustadrak Al-Hakim, 11/157)Kemudian dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir mengatakan

نقل البيهقي عن الحاكم أنه كان عمر رسول الله صلى الله عليه و سلم حين تزوج خديجة خمسا وعشرين سنة وكان عمرها إذ ذاك خمسا وثلاثين وقيل خمسا وعشرين سنة

“Dinukil oleh Al-Baihaqi dari Al-Hakim bahwa usia Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menikah dengan Khadijah adalah 25 tahun, sedangkan usia Khadijah ketika itu adalah 35 tahun, ada juga yang mengatakan, 25 tahun…”

(Al-Bidayah wa An-Nihayah, 2/295)Allahu a’lam, tidak ada acuan yang cukup menenangkan dan meyakinkan dalam hal ini, karena itu kita tidak perlu terlalu mendalami. Lebih dari itu, orang tidak jadi sesat gara-gara salah dalam menentukan tahun pernikahan Khadijah.Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan selama beliau bersama Khadijah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpoligami sampai Khadijah meninggal. Dan semua putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari pernikahannya dengan Khadijah, termasuk diantaranya Fatimah istri Ali bin Abi Thalib, putri bungsu dari Khadijah. Kecuali satu, Ibrahim. Ibrahim berasal dari ibu Mariyah Al-Qibthiyah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memuji beberapa wanita, diantaranya khadijah,

حَسْبُكَ مِنْ نِسَاءِ العَالَمِينَ: مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْن

َCukup bagimu 4 wanita pemimpin dunia: Maryam bintu Imran (Ibunda nabi Isa), Khadijah bintu Khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, dan Asiyah Istri Fir’aun.

(HR. Ahmad 12391, Turmudzi 3878, dan sanadnya dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering menyebut nama Khadijah, sampai A’isyahradhiyallahu ‘anha mengatakan tentang Khadijah

,مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ ، هَلَكَتْ ( أي : ماتت ) قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِي لِمَا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا

Aku tidak pernah cemburu terhadap semua istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana aku cemburu kepada Khadijah. Beliau meninggal sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku, namun aku sering mendengar beliau menyebut-nyebut Khadijah. (Khadijah 3815)

Kamis, 31 Juli 2014

Aku Heran

AKU HERAN, SEJAK KAPAN MEREKA BERJILBAB HINGGA DIKATAKAN LEPAS JILBAB...?!

Sebagian orang ramai membicarakan, artis fulanah melepas jilbab, istri orang terkenal buka hijab, sangat disayangkan kata mereka.

Aku heran, sejak kapan mereka memakai jilbab hingga dikatakan melepas jilbab...!? Sejak kapan mereka berhijab hingga dikatakan membuka hijab...!?

Jilbab, pakaian wanita muslimah itu untuk menutup perhiasan, namun yang mereka kenakan justru lebih menarik pandangan mata lelaki.

Jilbab, untuk menutup kecantikan wanita agar tidak menarik kaum pria. Kenyataan: jilbab mereka untuk mempercantik diri, untuk sesi pemotretan.

Jilbab, untuk menutup seluruh tubuh wanita, bukan sebagian saja, dalam rangka takwa kepada Allah, bukan untuk pencitraan dan pemberitaan.

Jilbab, untuk “menutup” aurat dan semua keindahan di tubuh wanita yang menarik mata lelaki, bukan “membalut” aurat sehingga lekuk-lekuk keindahan tubuh justru makin jelas.

Jilbab, untuk “menyembunyikan” dan menyimpan rapi “permata” yang indah dalam etalase yang sangat nyaman, bukan agar ia makin terkenal.

Dalam Islam, wanita adalah permata yang begitu berharga, harus disimpan baik-baik, harus dirawat dan dijaga, tidak setiap mata boleh memandangnya, tidak setiap tangan boleh menjamahnya.

Karena wanita adalah cobaan yang sangat berat bagi kaum lelaki. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi laki-laki dibanding wanita.” [HR. Al-Bukhari dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhuma]

Rabu, 16 Juli 2014

Palestina menggugat

Palestina Menggugat!

Hari ini, aku akan menggugat jiwa-jiwamu yang kerdil!
Hari ini, aku menggugat seluruh kemalasanmu!

Aku menggugat kemalasanmu yang mengaliri setiap setiap darahmu!u
Aku menggugat hatimu yang hanya pandai membebek pada nafsu!
Aku menggugat pikiranmu yang tak habis-habisnya berfantasi tentang dunia!
Aku menggugat engkau, wahai yang siang malamnya dipenuhi obsesi-obsesi yang rendah;
Obsesi para pecinta dunia!
Aku menggugat engkau, wahai yang sepanjang tahun hidup dalam kenyamanan tak habis-habisnya!

Yang setiap kali tiba waktunya makan siang, dengan santainya bertanya: “Makan di mana kita siang ini?”
Yang setiap kali anaknya sedikit flu dan demam, dengan mudahnya berkata: “Ayo bawa ke dokter fulan, soal biaya bukan soal!”
Yang setiap kali butuh uang, dengan mudahnya pergi ke ATM atau menggesek kartu kreditnya.
Yang setiap hari dengan mudahnya menghabiskan beribu-ribu rupiah untuk membeli pulsa
Yang setiap waktu dapat pergi ke mana saja tanpa rasa takut yang mencekam

Hari ini, aku menggugatmu,
Wahai penduduk negri yang para pejabatnya asyik melakukan korupsi secara berjamaah
Wahai penduduk negri yang artis-artisnya disibukkan dengan skandal video porno
Wahai penduduk negri yang negrinya nyaris ambruk karena perzinahan dan hamil di luar nikah nyaris jadi hal biasa
Wahai penduduk negri yang katanya krisis, tapi nafsu belanja penduduknya sungguh luar biasa!

Hari ini, aku menggugatmu!
Aku menggugatmu atas nama ribuan manusia yang terpenjara di negeri mereka sendiri
Aku menggugatmu atas nama para ayah yang tak bisa lagi mencari sepotong roti untuk anak-istrinya
Aku menggugatmu atas nama para ibu yang air susunya mengering karena kekurangan gizi
Aku menggugatmu atas nama anak-anak yang menggigil kedinginan dalam tenda sempit yang telah sobek dihempas angin musim yang menusuk
Aku menggugatmu atas nama orang-orang tua kami yang renta, yang giginya gemeretak karena tertidur di bawah langit terbuka...

Aku menggugatmu atas nama para pemuda yang melawan peluru dan rudal keji dengan batu
Aku menggugatmu atas nama setiap tetes darah dan air mata yang menetes di setiap jengkal negeri para nabi dan rasul
Aku menggugatmu atas nama ribuan hamba Allah yang terkurung dalam sebuah penjara terbuka bernama: GAZA!

Aku menggugat setiap doamu
Aku menggugat setiap tarikan nafasmu
Aku menggugat setiap obsesi hidupmu
Aku menggugat perhatianmu
Aku menggugat setiap rupiahmu
Aku menggugat semua itu!

Tapi jika engkau tak peduli,
Tidak usah khawatir, kawan!
Allah pasti akan menolong kami.

Jika engkau berlagak tidak tahu,
Tidak usah cemas, sobat!
Allah pasti akan menolong kami.

Tapi apakah Ia akan menolong kalian atas semua ketidakpedulian kalian?
Tapi apakah Ia akan mengampuni kalian atas semua lagak ketidaktahuan kalian?
Entahlah…

Namun yang pasti, mulai hari ini hingga seterusnya,
Aku akan terus menggugatmu.
Aku tak akan berhenti menggugatmu.

Duhai Palestina…
Duhai Gaza…
Maafkan kami, karena baru hari ini
kami menggugat diri kami sendiri..

*Puisi ini dirulis oleh Ustadz Muh. Ihsan Zainuddin, Lc.M.Si.

Yg dibacakan pada acara Tabligh Akbar "Palestina Menggugat"

Andai Dia adalah Alfa

Karena wanita sholeha memang perhiasan tapi hanya untuk suaminya

Dia, hari itu mendatangi sebuah butik dikota. Ia membutuhkan pakaian baru untuk sebuah acara minggu depan. Saat masuk, ia sudah sibuk memilih satu atasan tangan panjang berwarna hijau dengan rok berwarna merah menyala. Selanjutnya ia mencari 3 lembar kerudung berbeda warna untuk dipadukan warnanya agar sesuai dengan baju yg dipakainya. Agar terlihat jenjang, ia juga membeli satu high heels baru.

Ia melanjutkan perjalanannya kesebuah salon muslimah, disana ia membuat janji untuk di make up. Ada paket dipakaikan kerudungnya disana agar terlihat cantik.

Hari H tiba, acara pukul tujuh, maka Dia datang ke salon jam 5 sore. Ia mulai di make up, kerudungnya dipakaikan dengan beberapa lilitan, tidak lupa dipasang beberapa aksesoris tambahan agar terlihat lebih cantik. Jam 6 sudah selesai, dia melanjutkan perjalanan ke lokasi acara. Tidak lupa ia memotret dirinya, lalu ia unggah di facebook. Seperti biasa banyak jempol dari laki2 dan beberapa komen pujian yang kebanyakan juga dari laki2.

Begitulah Dia, setiap kali keluar rumah, ia tak percaya diri jika tanpa make up. Tas nya penuh berisi kosmetik, waktunya banyak ia pakai untuk menghias diri di depan cermin. Bahkan diperjalanan, ia tak ragu memakai ulang make upnya yg mulai luntur.

Di tempat acara berlangsung, dia senang sekali karena ia menerima beberapa pujian dari teman2nya atas penampilannya. Sebagian menanyakan beli dimana pakaiannya, sebagian lagi menanyakan bagaimana cara pakai kerudung model itu. Ia juga menjadi pusat perhatian banyak tamu.

Ketika pulang ke rumah, dia yang kakinya sedikit lecet karena sepatu barunya kelelahan. Ia tak sempat menghapus make upnya, hanya membuka korset yang dipakainya agar terlihat lebih langsing, lalu ia tertidur.

Dikamarnya tersimpan rapi koleksi tas dan sepatunya. Ia juga memiliki lemari yg besar untuk menyimpan semua koleksi pakaiannya. Setiap bulan ia menghabiskan uang cukup banyak untuk hobbynya.

Tapi itu adalah dia yang dulu, dia sekarang sudah berubah. Ia tidak lagi sibuk mengurusi penampilannya. Ia justru sibuk mempercantik akhlaknya. Ya, belakangan dia tahu bahwa seorang muslimah diwajibkan berhijab untuk menutup aurat, untuk menjaga diri dari pandangan non mahrom, menjaga diri dari fitnah. Keluar rumah sesederhana mungkin dengan jilbab lebar agar tidak membentuk tubuhnya. Karena aurat bukan hanya kulit yg cukup ditutup kain. Jika tertutup tapi membentuk tubuh tentu saja belum memenuhi syarat berhijab.

Dia kini mengerti bahwa ia tidak perlu di puji cantik oleh orang banyak, ia hanya perlu satu pujian cantik dari suaminya. Dia baru mengerti pujian dari laki2 yg bukan mahromnya berarti laki2 itu sempat memperhatikan kecantikannya dari foto2nya di facebook. Patut banggakah dia di puji2 laki2 non mahrom yang seharusnya menundukkan pandangan sebagai tanda laki2 itu menghormati wanita dan menjaga syahwatnya.

Dia, yang kini banyak berubah. Ia sibuk belajar agama dan menyempurnakan ibadahnya. Ia menjaga penampilannya saat dirumah. Ia memakai wewangian dan berpenampilan rapi saat dihadapan suaminya. Kini ia tahu, pujian termanis yang ia senangi hanya satu, yaitu pujian cantik dari suaminya.

Andai dia adalah alfa

Jumat, 11 Juli 2014

Malulah kita wahai saudaraku

Malulah kita wahai saudaraku

Syahidnya seribu atau dua ribu saudara kita di Syam bukanlah sebuah musibah
...
Sungguh lebih banyak lagi kaum muslimin yang mati syahid pada medan2 jihad melawan orang kafir pada masa lalu.

Itu bukanlah musibah, korban di pihak kita di surga sedang mereka di neraka.

Akan tetapi musibah yg haqiqi adalah matinya sanubari pada diri kita

Matinya perasaan kita....

Matinya kepedulian kita.
..
Matinya jiwa kesatria kita...

sebuah aib atas diri kita wahai saudaraku, malapetaka tersebut datang saat kita masih hidup tapi tidak ada kehidupan pada jiwa2 kita..

Musibah yang sesungguhnya adalah sikap acuh kita Terhadap saudara kita, Terhadap ajaran2 agama kita..
Serta menggantungkan harapan pada keputusan PBB.

Demikianlah, kita tinggalkan tali Allah yang kuat... Kemudian kita pegang tali PBB...

Tali itu tidak berbuat adil kepada kita ya ikhwah.. Hingga kita mendapat dunia kita.
Tidak juga kita berpegang dgn tali Allah,hingga kita mendapat akhirat kita.

Untuk kalian.... Wahai orang2 yang mencium anak2 kalian tiap pagi.
Untuk kalian... Wahai Orang2 yg mencium anak2 kalian tiap malam...

Malulah kalian.. Malulah kalian..malulah kalian...

Janji2 kalian banyak dan permainan kalian banyak sekali..

Lihatlah, kesekian kalinya kebiadaban terulang lagi di syam. Menjadi arena unjuk gigi kaafir bertangan keji.

Malulah kalian...

Wanita2 mereka meneteskan air mata tiap pagi dan kalian bersenang2 di pagi hari.
Masa kecil anak2 islam terjajah, mereka belum sempat mencium ayah mereka sejak mentari terbit.

Hari raya datang sampai hari raya berikutnya, bayi demi bayi telah lahir, syahid demi syahid berguguran. Sedang ayah mereka di belakang penjara hina yg tak pantas di huni manusia.

Wallahi ya ikhwah... Sudah berapa do'a yg terselip untuk mereka di setiap sujud kita?
Wallahi.. Aku takut tatkala kita di hadapan Allah dan Allah bertanya kepada kita tentang setiap tetes kucuran daran mereka...

Dimana kita dgn do'a kita?
Dimana kita dgn harta kita?

Itulah keadaan bilaadul syam, tempat satria gagah perkasa khalid bin walid, tempat muadzin yang mulia bilal bin rabbah, tempatnya ubaidah bin shomit,abu umamah dan 900 lebih para sahabat yg gugur.

Tempatnya ibrahim, Luth,ya'qub,Musa,Isa...

Itulah tanah air para nabi, para malaikat membentangkan sayap2nya diatas penduduknya

Allah jadikan di dalamnya penjaga2 yg tak gentar dgn kematian.

Allahumma.. Tumbuhkan dalam diri kami keperkasaan dan hati nurani..

La yu'minu ahadukum hatta yuhibba li akhihi ma yuhibbu linafsihi...
Tidak dikatakan beriman salah seorang diantara kalian, hingga mencintai saudaranya melebihi cintanya pada dirinya sendiri...

Hari ini adalah jum'at, hari yg barokah, bulan ini adlaah romadhon, bulan yg barokah, do'a mustajab di hari ini dan bulan ini. Doakan mereka ya ikhwah dlam setiap sujudmu.

Bersambung insya Allah.

Akhukum fillah
((zakariya rizky))