Hijriah

Rabu, 16 Juli 2014

Andai Dia adalah Alfa

Karena wanita sholeha memang perhiasan tapi hanya untuk suaminya

Dia, hari itu mendatangi sebuah butik dikota. Ia membutuhkan pakaian baru untuk sebuah acara minggu depan. Saat masuk, ia sudah sibuk memilih satu atasan tangan panjang berwarna hijau dengan rok berwarna merah menyala. Selanjutnya ia mencari 3 lembar kerudung berbeda warna untuk dipadukan warnanya agar sesuai dengan baju yg dipakainya. Agar terlihat jenjang, ia juga membeli satu high heels baru.

Ia melanjutkan perjalanannya kesebuah salon muslimah, disana ia membuat janji untuk di make up. Ada paket dipakaikan kerudungnya disana agar terlihat cantik.

Hari H tiba, acara pukul tujuh, maka Dia datang ke salon jam 5 sore. Ia mulai di make up, kerudungnya dipakaikan dengan beberapa lilitan, tidak lupa dipasang beberapa aksesoris tambahan agar terlihat lebih cantik. Jam 6 sudah selesai, dia melanjutkan perjalanan ke lokasi acara. Tidak lupa ia memotret dirinya, lalu ia unggah di facebook. Seperti biasa banyak jempol dari laki2 dan beberapa komen pujian yang kebanyakan juga dari laki2.

Begitulah Dia, setiap kali keluar rumah, ia tak percaya diri jika tanpa make up. Tas nya penuh berisi kosmetik, waktunya banyak ia pakai untuk menghias diri di depan cermin. Bahkan diperjalanan, ia tak ragu memakai ulang make upnya yg mulai luntur.

Di tempat acara berlangsung, dia senang sekali karena ia menerima beberapa pujian dari teman2nya atas penampilannya. Sebagian menanyakan beli dimana pakaiannya, sebagian lagi menanyakan bagaimana cara pakai kerudung model itu. Ia juga menjadi pusat perhatian banyak tamu.

Ketika pulang ke rumah, dia yang kakinya sedikit lecet karena sepatu barunya kelelahan. Ia tak sempat menghapus make upnya, hanya membuka korset yang dipakainya agar terlihat lebih langsing, lalu ia tertidur.

Dikamarnya tersimpan rapi koleksi tas dan sepatunya. Ia juga memiliki lemari yg besar untuk menyimpan semua koleksi pakaiannya. Setiap bulan ia menghabiskan uang cukup banyak untuk hobbynya.

Tapi itu adalah dia yang dulu, dia sekarang sudah berubah. Ia tidak lagi sibuk mengurusi penampilannya. Ia justru sibuk mempercantik akhlaknya. Ya, belakangan dia tahu bahwa seorang muslimah diwajibkan berhijab untuk menutup aurat, untuk menjaga diri dari pandangan non mahrom, menjaga diri dari fitnah. Keluar rumah sesederhana mungkin dengan jilbab lebar agar tidak membentuk tubuhnya. Karena aurat bukan hanya kulit yg cukup ditutup kain. Jika tertutup tapi membentuk tubuh tentu saja belum memenuhi syarat berhijab.

Dia kini mengerti bahwa ia tidak perlu di puji cantik oleh orang banyak, ia hanya perlu satu pujian cantik dari suaminya. Dia baru mengerti pujian dari laki2 yg bukan mahromnya berarti laki2 itu sempat memperhatikan kecantikannya dari foto2nya di facebook. Patut banggakah dia di puji2 laki2 non mahrom yang seharusnya menundukkan pandangan sebagai tanda laki2 itu menghormati wanita dan menjaga syahwatnya.

Dia, yang kini banyak berubah. Ia sibuk belajar agama dan menyempurnakan ibadahnya. Ia menjaga penampilannya saat dirumah. Ia memakai wewangian dan berpenampilan rapi saat dihadapan suaminya. Kini ia tahu, pujian termanis yang ia senangi hanya satu, yaitu pujian cantik dari suaminya.

Andai dia adalah alfa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar