Hijriah

Rabu, 11 Juni 2014

Urus saja dirimu sendiri

"..Urus Saja Dirimu Sendiri!"

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh, istri-istri & keluarganya serta untuk seluruh sahabatnya,  Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Alloh memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

عَنْ عَبْداللهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ أَحَبَّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ ، أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ ، وَتَعَالَى جَدُّكَ ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ، وَإِنَّ أَبْغَضَ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ ، أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ : اتَّقِ اللَّهَ ، فَيَقُولَ : عَلَيْكَ نَفْسَكَ.

Dari Abdulloh bin Mas’ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Sesungguhnya kalimat yang paling dicintai Alloh adalah ucapan seorang hamba :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ ، وَتَعَالَى جَدُّكَ ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanakalloohumma wa bihamdika wa Tabaarokas-muka wa Ta'aalaa jadduka wa laa ilaaha ghoiruk(a)

Maha Suci Engkau ya Alloh, Maha Terpuji Engkau, Maha Mulia nama-Mu, Maha Tinggi kemulian-Mu, dan tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

Sedangkan kalimat yang paling Alloh benci adalah ucapan seseorang ketika ia dinasihati orang lain, ‘Bertakwalah kepada Alloh’, lalu ia mengatakan, ‘Urus saja dirimu sendiri!’.

[HR. An-Nasaa-ie dalam Amalul Yaumi wal Lailah. Dishohihkan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Ash-Shohihah no. 2939]

Semoga اللّـﮧ membimbing kita kepada ucapan dan amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya..dan semoga kita termasuk hamba-hamba Nya yang selamat dunia dan akhirat

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

و صلّى اللّـﮧ و سلّم على نـــبيّنا محمّد
Ibnu mukhtar
                   ~o0o~

Cinta

Cinta

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, cinta  terkadang menjadi anugerah, terkadang menjadi musibah, kecuali Cinta kepada اللّـﮧ & mencintai sesuatu itu hanya karena اللّـﮧ..Inilah ikatan keimanan yang sangat kuat..dan inilah perkara yang menyempurnakan keimanan seorang mu'min

Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~ bersabda :

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَ أَبْغَضَ لِلَّهِ وَ أَعْطَى لِلَّهِ وَ مَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانَ

Barangsiapa yang mencintai karena اللّـﮧ, membenci karena اللّـﮧ, memberi karena اللّـﮧ  dan mencegah karena اللّـﮧ  sungguh ia telah menyempurnakan imannya. [HR Abu Dawud ~rohimahulloh~ dalam sunannya no. 4681 dari Abu Umamah ~rodhiyallohu 'anhu~, dihasankan oleh Syaikh Salim Ied al-Hilali ~Hafizhohulloh~ dalam Al Hubbu wal Bughdhu fillah]

Saudaraku seislam yang saya hormati, cinta kepada اللّـﮧ itu bukanlah sekedar kata-kata namun ia memiliki tanda-tandanya. Di antaranya :

Pertama, orang yang mencintai اللّـﮧ akan mengutamakan apa-apa yang dicintai اللّـﮧ meskipun hal itu menyelisihi atau bertentangan dengan hawa nafsunya. Ia pun akan membenci apa-apa yang dibenci اللّـﮧ meskipun hawa nafsunya cenderung kepada perkara itu.

Kedua, orang yang mencintai اللّـﮧ akan berloyalitas kepada orang-orang yang berloyalitas kepada اللّـﮧ dan Rosul-Nya. Ia pun akan memusuhi orang-orang yang memusuhi اللّـﮧ dan Rosul-Nya.

Ketiga, orang yang mencintai اللّـﮧ akan mengikuti Rosululloh ~shollallohu 'alaihi wa sallam~, menapaki jejaknya dan menerima petunjuk yang disampaikannya.

Saudaraku, semoga kita mndptkan cinta sejati ini. Dan semoga cinta itu semakin menguat sehingga kita termasuk apa yang disebutkan اللّـﮧ dalam firman-Nya :

"..Dan orang-orang beriman itu amat sangat cintanya kepada اللّـﮧ.." [QS. Al Baqoroh ayat 165]

Ibnu mukhtar

Harga diri

Harga diri anda hanya terletak pada hati

Bila hati anda suci dengan iman dan taqwa, maka anda berharga walau dihina oleh orang.
Namun bila hati anda penuh dengan noda maka anda adalah manusia hina walau anda disanjung orang

Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sejatinya orang paling mulia dr kalian di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa diantara kalian (Surat Al Hujurot ayat 13)

Nabi Shallallahu alihi wasallam bersabda :
ان الله لا ينظر الى اجسادكم ولا الى صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم
Sejatinya Allah tidaklah melihat tubuh kalian, tidak pula kepada penampilan kalian, namun Allah melihat hati-hati kalian (Riwayat Muslim)

Sudahkah hati anda setampan paras dan penampilan anda?....
Sudahkan hati anda secantik raut wajah anda?...
Sudahkan jiwa anda seharum aroma parfum anda?...

Ustadz Arifin Badri Lc

Selasa, 10 Juni 2014

Perjalanan terjauh dan tersulit

Untuk anak lelakiku.....

Perjalanan terjauh dan terberat...

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid,
sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa, tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid,
karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa juga Amerika, dapat melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid,
karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid, alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid,

maka berbahagialah dirimu hai anakku...

bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di masjid karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki,tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke masjid.
Biar kuberi tahu rahasia kepadamu,sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb-mu dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabb-nya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke masjid,

maka lakukanlah  walau engkau harus merangkak dalam gelap subuh demi mengenal Rabb-mu ....

Allaahu Akbar

Tangisan berbuah tangisan

TANGISAN BERBUAH TANGISAN

Air matanya tertumpah, mengalir membentuk aliran sungai di pipi. Nasihat demi nasihat telah ia usahakan, namun ibunya tetap menolak. Bahkan bujukan yang terakhir lebih menyakitkan. Ibunya tak sekedar menolak, bahkan Rasulullah dihina dan diperolok-olok. Sungguh muslim mana yang rela Rasulullah, idola dan panutannya diolok-olok. Namun siapa yang tak berderai air matanya, ternyata orang yang memperolok-olok adalah ibu kandungnya sendiri, seseorang yang berkorban untuk dirinya sejak masih di rahim hingga detik ini.

Kesedihan Abu Hirairah sangatlah mendalam. Terlalu dalam. Tak ada yang dapat menghapusnya kecuali Rabbul Izzah kemudian mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, manusia paling bersahaja. Abu Hurairah melangkah menemui Rasulullah.

"Rasulullah, aku selalu membujuk ibuku agar berkenan masuk Islam, namun beliau selalu menolak," kata Abu Hurairah mencurahkan hatinya kepada Rasulullah. Abu Hurairah benar-benar tak kuasa menahan kesedihan sendirian. Ingin secepatnya meluapkan dan mengungkapkan rasa kepada orang yang tepat. Itulah Rasulullah. Dan memang, Rasulullah adalah orang yang tepat. Rasulullah tak merasa berat menerima curhatan Abu Hurairah. Beliau memperhatikan semua luapan rasa Abu Hurairah dengan tatapan bijak. Subhanallah, sungguh mengesankan! Yar Rahman, pertemukanlah kami dengannya di Firdausil A'la.

"Suatu hari, aku mengajak beliau untuk masuk Islam. Namun, justru ibuku mengucapkan kata-kata tentang dirimu yang tidak ku sukai," sambung Abu Hurairah.

"Kumohon, duhai Rasul, berdoalah kepada Allah agar Dia berkenan membuka pintu hidayah untuk ibuku, bunda Abu Hurairah," kata penutup dari Abu Hurairah yang masih ditemani isak tangis.

Rasulullah pun berdoa, "Allahumma, berikanlah hidayah untuk ibu Abu Hurairah."

Seketika, berangsur-angsur kesedihan yang sempat menghempas qalbu Abu Hurairah sirna, terkalahkan oleh kebahagiaan yang dibawa doa Rasulullah. Kini Abu Hurairah menatap rumahnya dengan qalbu yang kembali tegar. Beliau masih bertekad untuk membujuk ibunya. Seolah Abu Hurairah berkata, "Kan ku goreskan ikhtiar dan usaha dalam lembar kehidupanku. Dan ku serahkan penghapusnya kepada Allah. Jika memang baik, Allah tidak akan menghapusnya. Jika buruk, Allah akan menghapusnya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Itulah yang telah Allah goreskan di Lauh Mahfudh."

Begitulah, Akhi. Ikhtiar dan doa bagaikan dua bukit biru samar-samar yang memeluk manusia. Dua bukit itu membentuk konspirasi rahasia kesuksesan manusia di dunia dan akhirat. Dan rahasia konspirasi dua bukit ini telah  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan dalam sabdanya,

"Gelorakanlah semangatmu dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu. Pintalah pertolongan kepada Allah. Dan jangan pernah merasa lemah!"

Akhi, ikhtiar tanpa doa hanyalah sebuah kemustahilan. Doa tanpa usaha juga hanya sebuah kedustaan. Dan menghimpun keduanya adalah langkah awal menuju kesuksesan. Tanyakan saja kepada Abu Hirairah akan kebenarannya.

Sesampainya di depan rumah, Abu Hurairah mendapati pintu rumahnya tertutup. Ia berusaha membuka, ternyata terkunci. Ada apa ini?

"Abu Hurairah, jangan kau pergi! Tetaplah di tempatmu!" teriak ibunya dari dalam rumah. Ia juga mendengar gemercik air dari sana. Abu Hurairah terheran-heran. Ada apa ini?

Tiba-tiba ibunya keluar,

"Asy-hadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah,"

Syahdan, tanggul air matanya kembali tak kuasa membendung untaian kalimah thayyibah tersebut. Hatinya gegap gempita, bahagia luar biasa. Tak bisa ia melukiskannya kecuali dengan air mata.

Abu Hurairah segera mengayunkan langkah cepat. Berlari dan mencari Rasulullah. Ia terus berlari dengan tetesan-tetesan air mata titisan doa Nabi.

"Rasulullah!" tak sabar Abu Hurairah mengungkapkan rasanya.

"Berbahagialah, Rasulullah! Sungguh, Allah telah mengabulkan doamu! Allah telah membukakan pintu hidayah untuk ibuku."

Manusia paling bersahaja pun bertahmid dan memuji Allah subhanahu wa taala.

Memang, terkadang tangisan berbuah tangisan. Dari sini kita belajar bahwa setiap muslim, seburuk apapun keadaanya bila senatuasa berdoa dan ber ikhtiar alloh akan memberikan jalan keluar dari tempat yang tidak disangka2

Allohuakbar

Sabtu, 07 Juni 2014

Mendulang Pahala di Bulan Berkah ( Bag.8 )

Mendulang Pahala di Bulan Berkah

[Bagian kedelapan]
------

Kesebelas, melakukan umroh di bulan Romadhon

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما... قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Dari Ibnu Abbas  ~rodhiyallohu ‘anhuma~ Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : "..Umroh pada bulan Romadhon pahalanya sama dengan haji bersamaku"  [HSR. Bukhori ~rohimahulloh~ no. 1863]

Kedua belas, menunaikan zakat fithri dari makanan pokoknya. Begitu pula dengan zakat maal ( harta)nya. Jika ia telah mencapai nishob dan haulnya maka wajib pula bagi dirinya untuk mengeluarkan zakat maalnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Dan dari Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma,ia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri itu sebagai pembersih bagi orang yang sedang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan omongan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Karena itu barangsiapa yang mengeluarkan zakat fithri sebelum sholat ied maka ia adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang mengeluarkannya sesudah sholat ied, maka zakat tersebut adalah salah satu shodaqoh biasa” [HR Abu Dawud dalam sunannya no. 1611 dihasankan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1085.] 

Ketiga belas, tetap menjaga amalan-amalan yang telah diwajibkan seperti bertauhid dan menjauhi syirik dan orang-orangnya, sholat lima waktu, menutup aurat dengan hijab syar’ie untuk muslimah, berbakti kepada ke dua orang tua dan kewajiban syari'at lainnya.

Demikian dapat disampaikan. Meski terlalu ringkas, semoga pembahasan ini tetap bermanfaat bagi kita semua,

∕̴Ɩαмîîη Ƴαα ƦõввαƖ '∕̴ƖαƖαмîîη

و صلّى اللّـﮧ و سلّم على نـــبيّنا محمّد

  ~o0o~

Mendulang Pahala di Bulan Berkah ( Bag.7 )

Mendulang Pahala di Bulan Berkah

[Bagian ketujuh]
------

Kesembilan, berburu lailatul qodar

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu ‘anhu~ dari Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~, beliau bersabda : “Barangsiapa yang sholat di malam lailatul qodar karena iman dan mengharapkan pahala  niscaya dosa-dosanya yang dimasa lalu akan diampuni. Dan barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala  niscaya dosa-dosanya yang dimasa lalu akan diampuni. [HSR. Al Bukhori dalam shohihnya no. 1901]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Dari Aisyah ~rodhiyallohu ‘anha~ dia berkata, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ telah bersabda : "Carilah oleh kalian lailatul qodar pada malam ganjil disepuluh hari terakhir di bulan Romadhon." HSR. Al Bukhori no. 2017 dan Muslim no. 2833
 
Kesepuluh, ber-i'tikaf

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - زَوْجِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Dari 'Aisyah ~rodhiyallohu ‘anhu~, Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ senantiasa ber-I'tikaf pada sepuluh terakhir di bulan Romadhon hingga beliau meninggal. Setelah beliau ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ wafat, istri-istri beliau meneruskan kebiasaan I'tikaaf tersebut. [HSR. Bukhori  no. 2026 dan Muslim no. 2841]

---
Bersambung.. :)